Sabtu, 06 Jun 2026 19:14 WIB

Kalahkan Batasan, ABK dan Disabilitas Bersinar di Ajang Pencak Silat

Penyerahan hadiah Lomba Pencak Silat ABK dan Disabilitas 2025 di FK UNAIR, Sabtu (9/8/2025) (Foto: Dok. Panitia).
Penyerahan hadiah Lomba Pencak Silat ABK dan Disabilitas 2025 di FK UNAIR, Sabtu (9/8/2025) (Foto: Dok. Panitia).

jatimnow.com - Semangat sportivitas dan inklusivitas ditunjukkan oleh Yayasan Peduli Kasih ABK (YPKABK) bersama Federasi Pencak Silat Indonesia, BEM Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR), dan Kementerian Sosial RI.

Mereka menggelar Lomba Olah Gerak Pencak Silat Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan Disabilitas 2025 yang puncak acaranya berlangsung Sabtu (9/8/2025) di Ruang Sidang A FK UNAIR, Surabaya.

Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Dorong Instansi dan Perusahaan Lebih Peduli Disabilitas

Acara ini juga dimeriahkan dengan talkshow bertema "Prospek dan Berbagai Perspektif ABK & Disabilitas dalam Lomba Pencak Silat".

Ketua YPKABK, Sawitri Retno Hadiati, menjelaskan bahwa lomba ini berawal dari keprihatinan akan rendahnya aktivitas fisik ABK.

"Gerak sangat penting untuk kognisi, kualitas hidup, dan perkembangan otak. Sayangnya, banyak ABK yang kurang bergerak," ungkapnya.

Setelah sebelumnya menggelar lomba olah gerak, tahun ini YPKABK memilih pencak silat, warisan budaya Indonesia, sebagai fokus kegiatan.

Lomba ini terbuka untuk semua, tanpa batasan sekolah atau komunitas. Pendaftaran dilakukan secara daring dan luring, sehingga peserta dari berbagai daerah dapat berpartisipasi.

Sosialisasi dilakukan melalui media sosial, webinar, dan workshop yang melibatkan guru olahraga, guru BK, hingga pendekar pencak silat.

Kompetisi dibagi dalam 12 kategori berdasarkan usia (di bawah 12 tahun, 12-18 tahun, di atas 18 tahun), jenis kelamin, dan jenis jurus (jurus IPSI dan jurus IPSI solo kreatif).

Baca Juga: Raperda Keolahragaan Jawa Timur dan Ujian Tata Kelola Olahraga yang Berkeadilan

Terdapat pula lima klasifikasi peserta berdasarkan jenis disabilitas: hambatan visual, pendengaran, gerak, intelegensi, dan sosial-mental.

Sawitri mengakui adanya tantangan dalam penyelenggaraan lomba ini. Verifikasi status disabilitas menjadi kendala, karena terkadang sulit mendapatkan surat keterangan dari puskesmas.

"Kami akhirnya menerima surat dari sekolah atau tempat terapi," ujarnya.

Tantangan lain muncul dari regulasi olahraga disabilitas, karena pencak silat belum dilombakan di bawah naungan NPCI (National Paralympic Committee Indonesia), dan kategori tuli belum masuk cabang paralimpiade.

Baca Juga: Mahasiswi UIN KHAS Jember Raih Perunggu di Ajang Kejurprov IPSI Jatim 2026

"Organisasi dan komunitas tuli juga masih lemah, sehingga perlu dukungan bersama," tambahnya.

Meskipun demikian, antusiasme peserta sangat tinggi, terutama dengan kemudahan mengirimkan penampilan melalui video.

Orang tua peserta juga memberikan sambutan positif, melihat anak-anak mereka menjadi lebih aktif dan bersemangat.

Sawitri berharap lomba ini dapat menjadi agenda tahunan. "Kegiatan seperti ini jarang diadakan, padahal dampaknya sangat baik. Semoga bisa terus berlanjut untuk mengoptimalkan potensi ABK dan disabilitas," tutupnya.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.