Minggu, 07 Jun 2026 04:21 WIB

Reni Astuti: Kericuhan Kya-Kya Harus Jadi Pelajaran Berharga

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Selasa, 29 Jul 2025 14:40 WIB
Anggota Komisi X DPR RI, Reni Astuti. (Foto/JatimNow.com)
Anggota Komisi X DPR RI, Reni Astuti. (Foto/JatimNow.com)

 

jatimnow.com - Anggota Komisi X DPR RI, Reni Astuti, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden kericuhan yang terjadi dalam acara Pentas Budaya Papua di kawasan Kya-Kya Surabaya beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Politisi perempuan dari PKS itu menegaskan pentingnya toleransi dan keberagaman dalam konteks kota Surabaya yang majemuk.

"Sangat disayangkan terjadi perselisihan dalam sebuah acara yang seharusnya menjadi ajang ekspresi budaya, persatuan, dan kebanggaan," ungkap Reni dalam pernyataan resminya, Selasa (29/7).

Ia menambahkan bahwa dampak kericuhan Kya-Kya tidak hanya dirasakan oleh para peserta pentas budaya, tetapi juga masyarakat sekitar.

Sebagai anggota komisi yang bermitra dengan Kementerian Kebudayaan, Reni menegaskan komitmennya terhadap nilai-nilai toleransi dan keberagaman.

Dia mengingatkan bahwa Surabaya merupakan kota yang selama ini dikenal sebagai rumah bagi berbagai suku, agama, dan budaya.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

"Etnis Jawa, Madura, Tionghoa, Arab, dan berbagai suku lainnya, termasuk Papua, telah lama hidup berdampingan secara harmonis di Surabaya," jelasnya.

"Insiden ini tidak boleh mengikis reputasi Surabaya sebagai kota yang aman, nyaman, dan terbuka bagi semua," tegas Reni.

Untuk itu Reni menegaskan pentingnya memperkuat semangat persaudaraan dan gotong royong, bukan hanya antarwarga Surabaya, tetapi juga dengan warga dari luar kota.

Reni mendorong dilakukannya evaluasi menyeluruh untuk mengidentifikasi penyebab kericuhan dan mengambil pelajaran berharga. Ia juga mengusulkan adanya ruang mediasi untuk menyelesaikan permasalahan yang muncul.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Pemerintah daerah, komunitas, dan lembaga pendidikan perlu duduk bersama untuk merumuskan program edukasi berkelanjutan tentang keberagaman budaya, toleransi, dan pentingnya menjaga ketertiban umum dalam setiap perhelatan budaya," sarannya.

"Kita semua bertanggung jawab untuk menjaga kerukunan dan persatuan. Mari kita jadikan insiden ini sebagai pembelajaran untuk membangun Surabaya yang lebih inklusif dan ramah bagi semua budaya," pungkas Reni.

Pernyataan tersebut diharapkan dapat mendorong upaya rekonsiliasi dan pencegahan kejadian serupa di masa mendatang.

Editor : Tim Jatimnow
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.