Minggu, 07 Jun 2026 22:15 WIB

Mahasiswa KPI UIN KHAS Jember Dibekali Ilmu Jurnalistik

  • Penulis : Sugianto
  • | Kamis, 24 Jul 2025 21:25 WIB
Kepala Biro Kompas TV Jember, Fahim Imron saat menjadi narasumber. (Foto: UIN KHAS Jember/jatimnow.com)
Kepala Biro Kompas TV Jember, Fahim Imron saat menjadi narasumber. (Foto: UIN KHAS Jember/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebanyak 85 mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember diberikan pembekalan tentang ilmu jurnalistik.

Kepala Biro Kompas TV Jember, Fahim Imron saat menjadi narasumber menekankan mahasiswa dalam menghadapi era disrupsi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (AI) seorang jurnalis harus lebih mengedepankan etika, adab dan profesionalisme.

Baca Juga: Mahasiswi IAT UIN KHAS Jember Lolos Simposium Internasional

Imron menjelaskan, hubungan langsung antara media dan pengiklan kini banyak digantikan oleh platform digital global. Interaksi media dengan audiens pun semakin terputus.

“Fenomena ini menyebabkan media harus memutar strategi, salah satunya dengan menguatkan performa di media sosial,” ujarnya.

Meski demikian, Imron mengingatkan agar mahasiswa tidak bergantung secara berlebihan pada teknologi AI, karena potensi biasnya cukup tinggi dan belum bisa dijadikan sebagai sumber informasi utama.

Sehingga menurutnya, kemampuan verifikasi dan kredibilitas harus menjadi bekal utama bagi jurnalis masa kini, terlebih di tengah arus informasi yang sangat cepat dan sering simpang siur.

Imron menambahkan, tantangan menjadi jurnalis saat ini bukan lagi soal akses terhadap informasi, melainkan pada tanggung jawab dalam menyajikan berita secara tepat dan berdampak.

Baca Juga: UIN KHAS Jember Siap Sambut dan Layani UM-PTKIN 2026

Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk menghadirkan diferensiasi melalui pendekatan berita yang tidak hanya informatif, tetapi juga solutif.

“Kalau biasanya berita memuat 5W 1H, jurnalis sekarang harus bisa menyampaikan ‘what next’. Menawarkan solusi yang menjadi pembeda,” tegas alumni UIN Sunan Ampel Surabaya.

Imron juga menekankan, jurnalis harus berperan sebagai penjernih informasi, bukan memperkeruh suasana dengan penggunaan diksi yang provokatif.

Ia mengajak mahasiswa untuk selalu menjaga etika dan adab selama pelaksanaan PPL, serta membuka diri terhadap ilmu dan keterampilan dari instansi tempat mereka ditugaskan.

Baca Juga: 5 Pesan Rektor UIN KHAS Jember dalam Upacara Hari Lahir Pancasila

“Yang paling penting, etika itu di atas ilmu. Maka ini harus benar-benar diperhatikan dan dijaga. Buka pikirannya, cerna semua pengetahuan dan keterampilan dari instansi masing-masing,” paparnya.

Pembekalan dan orientasi PPL disampaikan dihadapan 98 mahasiswa KPI bertempat di Aula Perpustakaan UIN KHAS Jember.

Para mahasiswa KPI merupakan bagian dari 429 mahasiswa Fakultas Dakwah UIN KHAS yang akan diterjunkan dalam PPL yang akan berlangsung mulai 4 Agustus hingga 6 Oktober 2025 di 120 lembaga di Jawa Timur.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.