Kamis, 23 Jul 2026 04:06 WIB

Mahasiswa KPI UIN KHAS Jember Dibekali Ilmu Jurnalistik

  • Penulis : Sugianto
  • | Kamis, 24 Jul 2025 21:25 WIB
Kepala Biro Kompas TV Jember, Fahim Imron saat menjadi narasumber. (Foto: UIN KHAS Jember/jatimnow.com)
Kepala Biro Kompas TV Jember, Fahim Imron saat menjadi narasumber. (Foto: UIN KHAS Jember/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebanyak 85 mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember diberikan pembekalan tentang ilmu jurnalistik.

Kepala Biro Kompas TV Jember, Fahim Imron saat menjadi narasumber menekankan mahasiswa dalam menghadapi era disrupsi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (AI) seorang jurnalis harus lebih mengedepankan etika, adab dan profesionalisme.

Baca Juga: SPI UIN KHAS Jember Reviu RKAKL, Pastikan Rencana Anggaran Penuhi Standar

Imron menjelaskan, hubungan langsung antara media dan pengiklan kini banyak digantikan oleh platform digital global. Interaksi media dengan audiens pun semakin terputus.

“Fenomena ini menyebabkan media harus memutar strategi, salah satunya dengan menguatkan performa di media sosial,” ujarnya.

Meski demikian, Imron mengingatkan agar mahasiswa tidak bergantung secara berlebihan pada teknologi AI, karena potensi biasnya cukup tinggi dan belum bisa dijadikan sebagai sumber informasi utama.

Sehingga menurutnya, kemampuan verifikasi dan kredibilitas harus menjadi bekal utama bagi jurnalis masa kini, terlebih di tengah arus informasi yang sangat cepat dan sering simpang siur.

Imron menambahkan, tantangan menjadi jurnalis saat ini bukan lagi soal akses terhadap informasi, melainkan pada tanggung jawab dalam menyajikan berita secara tepat dan berdampak.

Baca Juga: Sivitas Akademika Diminta Segera Jaring Rektor Definitif UIN KHAS Jember

Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk menghadirkan diferensiasi melalui pendekatan berita yang tidak hanya informatif, tetapi juga solutif.

“Kalau biasanya berita memuat 5W 1H, jurnalis sekarang harus bisa menyampaikan ‘what next’. Menawarkan solusi yang menjadi pembeda,” tegas alumni UIN Sunan Ampel Surabaya.

Imron juga menekankan, jurnalis harus berperan sebagai penjernih informasi, bukan memperkeruh suasana dengan penggunaan diksi yang provokatif.

Ia mengajak mahasiswa untuk selalu menjaga etika dan adab selama pelaksanaan PPL, serta membuka diri terhadap ilmu dan keterampilan dari instansi tempat mereka ditugaskan.

Baca Juga: Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

“Yang paling penting, etika itu di atas ilmu. Maka ini harus benar-benar diperhatikan dan dijaga. Buka pikirannya, cerna semua pengetahuan dan keterampilan dari instansi masing-masing,” paparnya.

Pembekalan dan orientasi PPL disampaikan dihadapan 98 mahasiswa KPI bertempat di Aula Perpustakaan UIN KHAS Jember.

Para mahasiswa KPI merupakan bagian dari 429 mahasiswa Fakultas Dakwah UIN KHAS yang akan diterjunkan dalam PPL yang akan berlangsung mulai 4 Agustus hingga 6 Oktober 2025 di 120 lembaga di Jawa Timur.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.