Minggu, 07 Jun 2026 17:34 WIB

Bisakah RS Asing Atasi Masalah Kesehatan RI?

Ilustrasi rumah sakit. Foto/Generate AI images
Ilustrasi rumah sakit. Foto/Generate AI images

jatimnow.com - Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengumumkan izin operasi bagi rumah sakit (RS) asing beroperasi di Indonesia. Kebijakan inipun sontak memicu beragam respons masyarakat, mulai dari dukungan hingga kekhawatiran.

Salah satunya datang dari Djazuly Chalidyanto, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (UNAIR).

Baca Juga: Gus Lilur: MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet

Djazuly menilai bahwa meskipun izin RS asing menawarkan peluang, pemerintah sebenarnya perlu lebih fokus pada penyelesaian masalah kesehatan yang masih mendesak seperti angka kematian ibu dan bayi, HIV, TBC, serta stunting.

“Kebijakan ini tidak terlalu mendesak jika dibandingkan dengan sejumlah persoalan kesehatan yang belum terselesaikan. Di Indonesia, rasio tempat tidur rumah sakit sudah memenuhi standar WHO, yang justru perlu diperhatikan adalah pemerataan fasilitas tersebut,” tegasnya.

Pentingnya revitalisasi layanan rumah sakit menjadi sorotan utama Djazuly. Ia menuturkan, meskipun jumlah rumah sakit di Indonesia sudah cukup, seringkali layanan tidak optimal karena keterbatasan tenaga medis dan peralatan medis.

“Banyak RS yang tersedia secara fisik, namun pelayanan menjadi kendala utama karena kurangnya tenaga dan fasilitas medis. Pengawasan terhadap standar pelayanan serta keselamatan pasien harus diperkuat,” ucapnya.

Baca Juga: Sapi Gemoy Hewan Kurban Presiden Prabowo di Tulungagung Bernama Fajar

Mengenai keberadaan rumah sakit asing, Djazuly membuka peluang apabila fasilitas tersebut bisa menyelesaikan kekurangan layanan terutama di daerah yang terbatas aksesnya. Namun, ia menegaskan pentingnya rumah sakit asing untuk mengikuti standar nasional.

“Kondisi lokal harus menjadi acuan utama. Pelayanan bermutu dan keselamatan pasien wajib dijaga, bukan semata-mata untuk mencari keuntungan maksimal,” tambahnya.

Djazuly berharap regulasi terkait RS asing dapat diterapkan dan diawasi secara ketat agar tidak melanggar aturan yang berlaku di Indonesia.

Baca Juga: Inilah Bagong, Sapi Kurban Presiden Prabowo di Probolinggo

Ia optimis bahwa kehadiran rumah sakit asing justru dapat meningkatkan mutu layanan kesehatan nasional melalui kompetisi sehat tanpa mengganggu tenaga kesehatan lokal.

“Selama RS asing sesuai regulasi, keberadaannya tidak akan memberi dampak negatif terhadap tenaga kesehatan domestik. Sebaliknya, kompetisi ini dapat mendorong peningkatan mutu pelayanan rumah sakit di Indonesia,” pungkas Djazuly.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.