Minggu, 26 Jul 2026 17:48 WIB

Bisakah RS Asing Atasi Masalah Kesehatan RI?

Ilustrasi rumah sakit. Foto/Generate AI images
Ilustrasi rumah sakit. Foto/Generate AI images

jatimnow.com - Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengumumkan izin operasi bagi rumah sakit (RS) asing beroperasi di Indonesia. Kebijakan inipun sontak memicu beragam respons masyarakat, mulai dari dukungan hingga kekhawatiran.

Salah satunya datang dari Djazuly Chalidyanto, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (UNAIR).

Baca Juga: Santuni Yatim Piatu dan Dhuafa, Anggota DPRD Jatim Sampaikan Pesan Prabowo

Djazuly menilai bahwa meskipun izin RS asing menawarkan peluang, pemerintah sebenarnya perlu lebih fokus pada penyelesaian masalah kesehatan yang masih mendesak seperti angka kematian ibu dan bayi, HIV, TBC, serta stunting.

“Kebijakan ini tidak terlalu mendesak jika dibandingkan dengan sejumlah persoalan kesehatan yang belum terselesaikan. Di Indonesia, rasio tempat tidur rumah sakit sudah memenuhi standar WHO, yang justru perlu diperhatikan adalah pemerataan fasilitas tersebut,” tegasnya.

Pentingnya revitalisasi layanan rumah sakit menjadi sorotan utama Djazuly. Ia menuturkan, meskipun jumlah rumah sakit di Indonesia sudah cukup, seringkali layanan tidak optimal karena keterbatasan tenaga medis dan peralatan medis.

“Banyak RS yang tersedia secara fisik, namun pelayanan menjadi kendala utama karena kurangnya tenaga dan fasilitas medis. Pengawasan terhadap standar pelayanan serta keselamatan pasien harus diperkuat,” ucapnya.

Baca Juga: Atasi Bau Badan, Mahasiswa Unair Ciptakan Deodoran Tawas Beraroma Kekinian

Mengenai keberadaan rumah sakit asing, Djazuly membuka peluang apabila fasilitas tersebut bisa menyelesaikan kekurangan layanan terutama di daerah yang terbatas aksesnya. Namun, ia menegaskan pentingnya rumah sakit asing untuk mengikuti standar nasional.

“Kondisi lokal harus menjadi acuan utama. Pelayanan bermutu dan keselamatan pasien wajib dijaga, bukan semata-mata untuk mencari keuntungan maksimal,” tambahnya.

Djazuly berharap regulasi terkait RS asing dapat diterapkan dan diawasi secara ketat agar tidak melanggar aturan yang berlaku di Indonesia.

Baca Juga: Soal MBG, Tiyo Eks Ketua BEM UGM Beri Ultimatum Pemerintah

Ia optimis bahwa kehadiran rumah sakit asing justru dapat meningkatkan mutu layanan kesehatan nasional melalui kompetisi sehat tanpa mengganggu tenaga kesehatan lokal.

“Selama RS asing sesuai regulasi, keberadaannya tidak akan memberi dampak negatif terhadap tenaga kesehatan domestik. Sebaliknya, kompetisi ini dapat mendorong peningkatan mutu pelayanan rumah sakit di Indonesia,” pungkas Djazuly.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.