Sabtu, 06 Jun 2026 21:27 WIB

Lukisan Karya Seniman Gresik Dipamerkan di Ajang Kids Biennale Indonesia 2025

Foto: Lukisan Isabell Roses berjudul "Kurikulum Boneka" saat dipamerkan di Kids Biennale Indonesia 2025 di Galeri Nasional (Galnas) Jakarta. (Foto:Isabel Roses/jatimnow.com))
Foto: Lukisan Isabell Roses berjudul "Kurikulum Boneka" saat dipamerkan di Kids Biennale Indonesia 2025 di Galeri Nasional (Galnas) Jakarta. (Foto:Isabel Roses/jatimnow.com))

jatimnow.com- Lukisan berjudul "Kurikulum Boneka" Karya seniman muda asal Gresik, Jawa Timur, Isabell Roses (14 tahun), dipamerkan di event Kids Biennale Indonesia 2025 yang digelar di Galeri Nasional (Galnas) Jakarta.

Pameran Kids Biennale Indonesia atau pameran Seni Rupa Anak Indonesia yang digelar di Gedung B dan D Galnas merupakan ajang pameran karya seni rupa anak dari seluruh Indonesia. Pameran ini dibuka untuk undangan pada Kamis (3/7/2025). Sedang untuk publik dibuka mulai tanggal 4 hingga 31 Juli 2025.

Baca Juga: Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah

Dalam pameran ini, Isabell Roses, yang merupakan salah satu siswa dari Sanggar Daun, menampilkan karya lukis terbarunya berjudul "Kurikulum Boneka" dengan media Gouahce pada kanvas, ukuran 60 x 70 cm yang ia kerjakan tahun ini.

Arik S. Wartono, kurator seni rupa anak, sekaligus pendiri dan pembina Sanggar Daun menjelaskan mengenai lukisan "Kurikulum Boneka" yang dimaksud adalah tentang seorang anak tampak tekun belajar di dalam ruang mungil nan teratur, terlalu teratur.

"Ruang miniatur itu seperti panggung, tempat ia menjadi pemeran utama yang tidak bebas. Dari atas, tampak sepasang tangan besar yang mengendalikan geraknya dengan benang seperti boneka. Ia tersenyum, tapi senyum itu mengandung ironi: Senyum dari seseorang yang tak benar-benar merdeka," ujarnya, Jumat (4/7/2025).

Arik melanjutkan, dengan latar biru-ungu lukisan itu seperti semesta (universe) yang megah dan ruang sempit yang membatasi, karya ini menyampaikan kritik tajam terhadap sistem pendidikan yang terlalu kaku, terlalu mengatur, terlalu mendikte.

"Lukisan "Kurikulum Boneka" adalah refleksi dari suara-suara muda yang sering kali terbungkam, yang dibentuk sesuai cetakan, bukan diberi ruang untuk tumbuh alami," ucapnya

Baca Juga: JIIPE Peduli Bagikan Puluhan Hewan Kurban ke Masyarakat Gresik

Lukisan ini menurut Arik bukan sekadar visual, namun seolah seperti jeritan halus dari generasi yang ingin bebas menjadi dirinya sendiri.

Dari situ timbul beberapa pertanyaan seperti apakah pendidikan kita membebaskan, atau justru menjadikan anak-anak sebagai boneka dalam rumah kaca.

Dalam karya ini, ada figur seorang anak sedang duduk di dalam ruang miniatur yang dikelilingi buku-buku dan simbol rutinitas anak-remaja, sementara dua tangan besar dari langit menggerakkannya seperti boneka. Senyumnya manis, tapi penuh tanda tanya.

Judul "Kurikulum Boneka" adalah suara lirih yang mewakili anak-anak yang tumbuh dalam tekanan ekspektasi, dalam sistem pendidikan yang lebih sibuk mencetak, bukan memeluk. Mereka belajar, bukan karena cinta pengetahuan, tetapi karena takut salah, takut gagal, takut tidak sesuai kurikulum.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

"Lukisan Isabell Roses mengajak kita merenung bisakah kita menciptakan ruang belajar yang membebaskan, bukan mengikat? Tempat anak-anak bisa tumbuh, bukan diatur. Bermimpi, bukan hanya menuruti. Karena tumbuh seharusnya tak butuh takut. Hanya butuh dipercaya, dan diberi ruang," imbuhnya.

Sebelum mengikuti pameran Kids Biennale Indonesia 2025, putri pasangan Fakhrudin Mawardi dan Dian Handayani itu lebih dulu menggelar pameran tunggal bertajuk "Isabell Roses: Hen Z Menjelajahi Lawasan" di Galeri Merah Putih kompleks Balai Pemuda Alun-alun Surabaya, pada 8-13 September 2024.

Dipameran tunggalnya itu siswi kelas 8 SMPN 24 Gresik itu menampilkan 18 karya lukis realis dengan media cat air dan akrilik pada kanvas dalam berbagai ukuran. Tema karya-karyanya tentang permainan anak jaman dulu, tradisi lokal Indonesia khususnya masyarakat Jawa dan Madura, serta dogeng rakyat.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.