Sabtu, 06 Jun 2026 12:18 WIB

Komisi VII DPR RI Dorong BPIPI Promosikan Produk Alas Kaki Tanggulangin Sidoarjo

Komisi VII DPR RI saat melakukan kunjungan di BPIPI Tanggulangin Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)
Komisi VII DPR RI saat melakukan kunjungan di BPIPI Tanggulangin Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)

jatimnow.com - Komisi VII DPR RI mendorong Balai Pemberdayaan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) Tanggulangin Sidoarjo untuk lebih aktif mempromosikan produk-produk alas kaki lokal hasil binaan Industri Kecil Menengah (IKM).

Ketua Tim Kunjungan, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengatakan bahwa Komisi VII menyerap sejumlah aspirasi dari para pelaku usaha di sektor persepatuan, khususnya yang tergabung dalam sentra industri sepatu dan kulit di Kecamatan Tanggulangin Sidoarjo.

Baca Juga: Adela Kanasya Adies Tebar Kurban untuk Warga Surabaya dan Sidoarjo

Ia mengungkapkan BPIPI memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendorong kemajuan industri alas kaki nasional melalui pelatihan tenaga kerja, fasilitasi riset dan inovasi, serta dukungan teknologi produksi yang memadai.

"Kami mendorong BPIPI untuk lebih gencar mempromosikan produk alas kaki dari pelaku IKM binaan agar dapat memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri dan mengangkat perekonomian nasional," ucapnya kepada awak media saat melakukan kunjungan, Senin (14/04/2025).

Ia menjelaskan pentingnya memperluas jaringan kerja sama antara BPIPI dengan para pelaku industri persepatuan di berbagai daerah, khususnya di Sidoarjo yang dikenal sebagai salah satu pusat produksi sepatu dan tas kulit terbesar di Indonesia.

"Upaya promosi tidak hanya penting untuk memperluas pasar, tetapi juga menjadi kunci untuk membangun kecintaan masyarakat terhadap produk lokal," terangnya.

Selain fokus pada promosi, Komisi VII juga menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi industri persepatuan lokal, terutama yang menyangkut pasokan bahan baku dan daya saing harga.

Ia mengungkapkan bahwa harga bahan baku yang tinggi serta sulitnya mendapatkan beberapa jenis bahan baku tertentu menjadi kendala serius yang menghambat daya saing produk lokal terhadap produk-produk impor.

Baca Juga: Legislator PKB Salurkan Ratusan Hewan Kurban di Jember dan Lumajang

"Banyak pelaku usaha menyampaikan bahwa mahalnya harga bahan baku dan ketergantungan terhadap bahan impor menghambat efisiensi produksi. Akibatnya, produk kita kalah bersaing dari segi harga maupun kualitas," ujarnya.

Rahayu menilai perlunya kebijakan yang terintegrasi dan lintas sektor antara kementerian terkait, DPR RI, serta para pelaku industri, untuk menciptakan ekosistem industri yang lebih kondusif.

Ia menegaskan pentingnya menekan jumlah impor, terutama untuk produk jadi dan bahan baku yang sebenarnya bisa diproduksi di dalam negeri.

"Yang terpenting saat ini adalah bagaimana pemerintah bersama DPR RI dan seluruh pemangku kepentingan merumuskan kebijakan yang mampu menekan angka impor bahan baku, terutama dari negara seperti Tiongkok, dan membatasi masuknya produk jadi yang berpotensi mematikan industri dalam negeri," terangnya.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Lebih lanjut Rahayu menegaskan bahwa dukungan terhadap pelaku IKM tidak cukup hanya dalam bentuk pelatihan atau pendampingan, tetapi juga harus diwujudkan dalam bentuk perlindungan pasar dan insentif produksi.

"Pentingnya sinergi antar lembaga agar industri persepatuan Indonesia mampu tumbuh secara berkelanjutan dan menjadi salah satu sektor unggulan nasional," tuturnya.

Ia berharap adanya langkah nyata yang segera diambil untuk mendorong peningkatan produksi dan penjualan produk alas kaki lokal. Dengan dukungan yang tepat, dirinya optimis, sektor ini bisa memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah maupun nasional.

"Dengan adanya diskusi dan kerja sama antara pemerintah, DPR RI, dan pelaku industri, kami berharap industri persepatuan nasional dapat segera mengalami kemajuan signifikan, baik dari sisi kapasitas produksi maupun pemasaran di masa mendatang," pungkas Rahayu.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.