Senin, 27 Jul 2026 18:21 WIB

Ground Check DTSEN di Kota Madiun sudah 72,8 Persen

  • Penulis :
  • | Jumat, 11 Apr 2025 08:41 WIB
Petugas saat  melakukan ground check. (Foto: Kominfo Kota Madiun)
Petugas saat melakukan ground check. (Foto: Kominfo Kota Madiun)

jatimnow.com - Pemeriksaan lapangan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Kota Madiun mendekati rampung. Proses ground check tersebut sudah mencapai 72,8 persen.

Koordinator PKH Kota Madiun Tri Yuniwati menyebut di Kota Pendekar ada sebanyak 6.639 sasaran yang dilakukan verifikasi lapangan tersebut.

Baca Juga: Sensus Ekonomi di Tulungagung Sudah Capai 45 Persen, Bulan Depan Rampung

"Dari sasaran enam ribu lebih itu, per tadi pagi sudah 72,8 persen," katanya dilansir Kominfo Kota Madiunmad, Kamis (10/4/2025).

Petugas setidaknya sudah melakukan ground check sejak pertengahan Maret lalu. Pemeriksaan melibatkan 18 petugas dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Setiap pendamping setidaknya bertugas memverifikasi sebanyak 400 sasaran. Tak heran, cukup membutuhkan waktu. Belum lagi jika sasaran sedang tidak berada di tempat. Petugas harus kembali lagi di lain waktu.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Hasil ground check oleh Kemensos ini diserahkan ke BPS untuk diolah kembali," jelas Tri.

Ya, ground check ini memang arahan dari Kemensos RI. Pemerintah pusat ingin memiliki basis data tunggal individu dan/atau keluarga yang memuat kondisi sosial ekonomi penduduk Indonesia dan telah dipadankan dengan data kependudukan.

Itu mewujudkan hal tersebut butuh beberapa tahapan. Salah satunya pemeriksaan lapangan tersebut. Hadirnya DTSEN tersebut secara tidak langsung juga menggantikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ke depan.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Jember Capai 6,35 Persen, Tertinggi di Kawasan Sekar Kijang

"Proses verifikasi mencakup banyak hal ya. Mulai kondisi sosial ekonomi keluarga, kelayakan tempat tinggal, sumber penghasilan, serta kepemilikan aset yang dapat mempengaruhi status kepesertaan bantuan sosial," terangnya.

Selain itu, pihaknya juga mencatat perubahan signifikan dalam kondisi rumah tangga. Seperti adanya anggota keluarga yang meninggal, pindah, atau sudah tidak lagi memenuhi kriteria penerima bantuan. Jadi tidak menutup kemungkinan akan ada yang berubah status dari layak menjadi tidak layak menerima bantuan.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.