Kamis, 11 Jun 2026 17:10 WIB

Ground Check DTSEN di Kota Madiun sudah 72,8 Persen

  • Penulis :
  • | Jumat, 11 Apr 2025 08:41 WIB
Petugas saat  melakukan ground check. (Foto: Kominfo Kota Madiun)
Petugas saat melakukan ground check. (Foto: Kominfo Kota Madiun)

jatimnow.com - Pemeriksaan lapangan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Kota Madiun mendekati rampung. Proses ground check tersebut sudah mencapai 72,8 persen.

Koordinator PKH Kota Madiun Tri Yuniwati menyebut di Kota Pendekar ada sebanyak 6.639 sasaran yang dilakukan verifikasi lapangan tersebut.

Baca Juga: Sinergi dengan Wartawan, BPS Gresik Gelar Workshop Jurnalisme Data

"Dari sasaran enam ribu lebih itu, per tadi pagi sudah 72,8 persen," katanya dilansir Kominfo Kota Madiunmad, Kamis (10/4/2025).

Petugas setidaknya sudah melakukan ground check sejak pertengahan Maret lalu. Pemeriksaan melibatkan 18 petugas dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Setiap pendamping setidaknya bertugas memverifikasi sebanyak 400 sasaran. Tak heran, cukup membutuhkan waktu. Belum lagi jika sasaran sedang tidak berada di tempat. Petugas harus kembali lagi di lain waktu.

Baca Juga: PKH Plus Tahap II untuk Warga Rentan di Kota Kediri Cair, Jumlah Turun

"Hasil ground check oleh Kemensos ini diserahkan ke BPS untuk diolah kembali," jelas Tri.

Ya, ground check ini memang arahan dari Kemensos RI. Pemerintah pusat ingin memiliki basis data tunggal individu dan/atau keluarga yang memuat kondisi sosial ekonomi penduduk Indonesia dan telah dipadankan dengan data kependudukan.

Itu mewujudkan hal tersebut butuh beberapa tahapan. Salah satunya pemeriksaan lapangan tersebut. Hadirnya DTSEN tersebut secara tidak langsung juga menggantikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ke depan.

Baca Juga: Buron Kasus Penusukan Jukir PBM Kota Madiun Diringkus di Gresik

"Proses verifikasi mencakup banyak hal ya. Mulai kondisi sosial ekonomi keluarga, kelayakan tempat tinggal, sumber penghasilan, serta kepemilikan aset yang dapat mempengaruhi status kepesertaan bantuan sosial," terangnya.

Selain itu, pihaknya juga mencatat perubahan signifikan dalam kondisi rumah tangga. Seperti adanya anggota keluarga yang meninggal, pindah, atau sudah tidak lagi memenuhi kriteria penerima bantuan. Jadi tidak menutup kemungkinan akan ada yang berubah status dari layak menjadi tidak layak menerima bantuan.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.