Minggu, 14 Jun 2026 07:13 WIB

Wagub Jatim Emil Dardak Rayakan Lebaran Ketupat di Trenggalek

Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak saat bersilaturahmi ke Ponpes Babul Ulum. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak saat bersilaturahmi ke Ponpes Babul Ulum. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak merayakan Lebaran ketupat di Trenggalek, Senin (7/4/2025). Ditemani sang istri Arumi Bachsin, Emil berslutaruhami dengan tokoh agama di Pondok Pesantren Babul Ulum, Durenan, Trenggalek. Pondok pesantren ini menjadi cikal bakal tradisi lebaran ketupat atau kupatan, yang telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu.

Emil mengatakan di ponpes ini biasanya digelar tradisi pawai arak-arakan ketupat. Namun karena efesiensi kegiatan tersebut ditiadakan tahun ini. Meski begitu, tidak mengurangi esensi dari Lebaran ketupat yakni silaturahmi.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

“Tahun ini ada perbedaan, karena tidak ada pawai ketupat. Tapi esensi tradisi kupatan memang lebih kepada silaturahmi," ujarnya.

Meski di beberapa daerah juga menggelar tradisi kupatan, bagi Emil Dardak tradisi kupatan di Trenggalek memiliki kesan berbeda karena nilai historisnya. Selain sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu, menu yang dihidangkan juga sangat khas. Yakni ketupat disiram sayur nangka atau tewel.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

"Tradisi kupatan sudah di Trenggalek sudah ada sejak Mbah Mesir (tokoh penyiar agama Islam), dan tradisi ini masih terjaga hingga saat ini, di Trenggalek ada ciri khasnya, karena ketupat akan diberi sayur nangka," tuturnya.

Salah satu keluarga Pondok Pesantren Babul Ulum Durenan Trenggalek, Muhammad Al Haidar menceritakan, tradisi kupatan sudah ada sejak ratusan tahun silam. Tradisi ini bermula karena kebiasaan keluarga pondok yang melakukan puasa sunnah syawal usai merayakan Lebaran.  

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

“Karena keluarga pondok diajarkan untuk puasa sunnah syawal, warga tidak berani sowan ke mbah kyai, mereka baru sowan 7 hari setelah lebaran dan disuguhi ketupat sehingga dinamakan lebaran ketupat atau kupatan" pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.