Rabu, 22 Jul 2026 04:53 WIB

Ramadan Now 2025

Tradisi Belanja Emas Jelang Lebaran di Lamongan, seperti Beli Kacang Goreng

Pemilik toko perhasan di Pasar Baru Lamongan saat menunjukan peningkatan omzet penjualan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Pemilik toko perhasan di Pasar Baru Lamongan saat menunjukan peningkatan omzet penjualan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tampil memukai di hari lebaran menjadi hal yang tidak bisa ditawar oleh kaum hawa. Di Lamongan, permintaan akan barang perhiasan emas meningkat signifikan.

Pemilik Toko Perhiasan Emas di Pasar Baru Lamongan, Nur Wati mengungkapkan bahwa sejak masuk pekan terakhir ramadan, penjualan emas naik tajam. Hal itu lumrah bahkan jadi tradisi menjelang lebaran.

Baca Juga: Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

"Alhamdulillah ramai. Kalau Lamongan tradisinya kalau lebaran, emas itu bagaikan kacang goreng banyak dicari," ungkap Nur Wati, Kamis (27/3/2025).

Keuntungan penjualan perhiasan emas dalam momen lebaran bisa mencapai dua kali lipat atau 100 persen. Apalagi, beber Wati, lebaran tahun ini bersamaan dengan musim panen.

"Kalau pembelian ya 100 persen pastinya, berbondong-bondong, apalagi ini waktunya panen, untuk pembeliannya macem-macem komplit ada yang cari kalung, gelang, cincin, ada juga yang cari satu set," urainya.

Baca Juga: Diduga Karena Korsleting Listrik, Kantor LSM di Lamongan Terbakar

Menurut Wati, tradisi belanja emas ini berlaku setiap tahun di momen lebaran. Perorang bisa menghabiskan Rp10 sampai Rp50 juta untuk belanja perhiasan emas.

"Karena tradisi, kalau lebaran emas itu laris manis. Dihitung belanja perorang, karena warga lamongan itu mampu dan tergolong kaya jadi setiap pembelian itu ada yang Rp10 jt, Rp15 juta sampai Rp50 juta ada," tuturnya.

Baca Juga: Stok Ketersediaan Sapi di Lamongan Menurun, Harga Daging Mengalami Kenaikan

Belanja besar-besaran akan perhiasan emas ini, lumarah karena saat musim panen warga cenderung berinvestasi ke emas, kemudian dijual kembali ketika waktu tanam tiba.

"Kalau penjualan nyaris tidak ada yang ada itu beli atau tukar tambah. Ramainya itu puncak biasanya H-3 makin ruamai," terangnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.

Panitia Muktamar NU Mulai Susun Cetak Biru Persiapan di Tambakberas Jombang

Panitia Muktamar Ke-35 NU mulai menyusun blueprint persiapan dari akomodasi, lokasi sidang hingga pengamanan di Tambakberas, Jombang.