Sabtu, 06 Jun 2026 12:58 WIB

Ramadan Now 2025

Tradisi Belanja Emas Jelang Lebaran di Lamongan, seperti Beli Kacang Goreng

Pemilik toko perhasan di Pasar Baru Lamongan saat menunjukan peningkatan omzet penjualan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Pemilik toko perhasan di Pasar Baru Lamongan saat menunjukan peningkatan omzet penjualan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tampil memukai di hari lebaran menjadi hal yang tidak bisa ditawar oleh kaum hawa. Di Lamongan, permintaan akan barang perhiasan emas meningkat signifikan.

Pemilik Toko Perhiasan Emas di Pasar Baru Lamongan, Nur Wati mengungkapkan bahwa sejak masuk pekan terakhir ramadan, penjualan emas naik tajam. Hal itu lumrah bahkan jadi tradisi menjelang lebaran.

Baca Juga: Pastikan Kesehatan Hewan Kurban, Disnakeswan Lamongan Sidak Lapak di Pinggir Jalan

"Alhamdulillah ramai. Kalau Lamongan tradisinya kalau lebaran, emas itu bagaikan kacang goreng banyak dicari," ungkap Nur Wati, Kamis (27/3/2025).

Keuntungan penjualan perhiasan emas dalam momen lebaran bisa mencapai dua kali lipat atau 100 persen. Apalagi, beber Wati, lebaran tahun ini bersamaan dengan musim panen.

"Kalau pembelian ya 100 persen pastinya, berbondong-bondong, apalagi ini waktunya panen, untuk pembeliannya macem-macem komplit ada yang cari kalung, gelang, cincin, ada juga yang cari satu set," urainya.

Baca Juga: Omzet Harian Tembus Rp 4 Juta, KDMP di Lamongan Disambut Positif Masyarakat

Menurut Wati, tradisi belanja emas ini berlaku setiap tahun di momen lebaran. Perorang bisa menghabiskan Rp10 sampai Rp50 juta untuk belanja perhiasan emas.

"Karena tradisi, kalau lebaran emas itu laris manis. Dihitung belanja perorang, karena warga lamongan itu mampu dan tergolong kaya jadi setiap pembelian itu ada yang Rp10 jt, Rp15 juta sampai Rp50 juta ada," tuturnya.

Baca Juga: Selama Libur Panjang, Stasiun Lamongan Layani 3 Ribu Penumpang

Belanja besar-besaran akan perhiasan emas ini, lumarah karena saat musim panen warga cenderung berinvestasi ke emas, kemudian dijual kembali ketika waktu tanam tiba.

"Kalau penjualan nyaris tidak ada yang ada itu beli atau tukar tambah. Ramainya itu puncak biasanya H-3 makin ruamai," terangnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.