Rabu, 22 Jul 2026 07:04 WIB

Daya Beli Masyarakat Turun Signifikan, Ini Saran Pakar Ekonomi

  • Penulis :
  • | Senin, 24 Mar 2025 14:28 WIB
Ilustrais. Suasana pasar. (Foto: Meta AI)
Ilustrais. Suasana pasar. (Foto: Meta AI)

jatimnow.com - Daya beli masyarakat Indonesia turun signifikan pada awal tahun 2025. Hal ini mencerminkan sebuah kondisi ekonomi yang tidak stabil.

Meski pemerintah mengklaim deflasi sebagai keberhasilan dengan penurunan harga komoditas, namun kenyataannya deflasi ini lebih dipengaruhi oleh penurunan daya beli masyarakat.

Baca Juga: Mengapa Pinjaman Sebaiknya Digunakan untuk Kebutuhan Terukur

Pakar Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) Fatkur Huda mengatakan, berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi Februari 2025 yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mengalami deflasi selama dua bulan berturut-turut.

Dengan tingkat deflasi bulanan (month-to-month) sebesar -0,48�n deflasi tahunan (year-on-year) sebesar -0,09%, dengan komoditas yang paling banyak berkontribusi pada deflasi antara lain tarif listrik, beras, daging ayam ras, bawang merah, tomat, dan cabai merah. BPS mencatat bahwa kondisi ini menjadi deflasi tahunan pertama dalam 25 tahun terakhir.

"Hal ini menunjukkan adanya penurunan konsumsi masyarakat secara signifikan, yang biasanya menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di bulan Ramadan,” ujar Fatkur dalam siaran pers, Senin (24/3/25)

Kata Fatkur, kondisi ini juga diperkuat oleh tingginya angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), berdasarkan data dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) mencatat bahwa sepanjang tahun 2024, sebanyak 77.965 tenaga kerja kehilangan pekerjaan, dengan tambahan 3.325 orang terdampak PHK pada Januari 2025.

Bahkan, PHK massal di PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) per 1 Maret 2025 menyebabkan lebih dari 10.000 karyawan kehilangan sumber pendapatan mereka.

Baca Juga: Harga Konsumen di Kota Kediri Melandai, April Catat Deflasi 0,12 Persen

Lebih lanjut, kata Fatkur kondisi ini akan memberikan pengaruh terhadap meningkatnya angka pengangguran, sehingga masyarakat merasa cemas dan dengan terpaksa akan semakin banyak mengurangi konsumsi dan hanya akan berfokus pada kebutuhan pokok.

“Kita tahu bahwa konsumsi rumah tangga memainkan peran kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Jika kemudian konsumsi melemah, maka permintaan agregat menurun, yang berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan,”jelas Fatkur.

Menurut Fatkur hal ini bisa dilihat berdasarkan data dari Mandiri Spending Index (MSI) yang menunjukkan penurunan signifikan pada sektor belanja non-esensial, dengan porsi belanja hiburan, olahraga, dan rekreasi turun dari 7,7% menjadi 6,5%, sementara belanja supermarket meningkat ke 15,9%, mengindikasikan peralihan ke kebutuhan dasar.

Baca Juga: Membaca Siklus, Menjaga Nalar Negara

“Fenomena ini dikenal sebagai precautionary saving, yaitu masyarakat lebih memilih menyimpan uang sebagai bentuk antisipasi ketidakpastian ekonomi di masa depan yang kemudian berdampak pada pola konsumsi,” jelasnya.

Terakhir, Fatkur menegaskan pemerintah harus andil untuk meningkatkan daya beli masyarakat, mengingat pentingnya konsumsi dalam menjaga stabilitas ekonomi, sehingga diperlukan langkah-langkah konkret untuk mendorong daya beli masyarakat. Misal dengan pemberian insentif fiskal bagi dunia usaha untuk menghindari PHK lebih lanjut, memberikan bantuan sosial bagi kelompok ekonomi rentan, serta kebijakan yang mendorong pertumbuhan sektor ritel dan UMKM.

“Tanpa langkah-langkah ini, risiko stagnasi ekonomi akan semakin besar yang kemudian dapat memperburuk kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang,”pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.