Rabu, 22 Jul 2026 00:53 WIB

Shortcrete Proyek Nasional Bendungan Bagong Trenggalek Longsor

Kondisi shotcrete di bendungan bagong Trenggalek yang mengalami longsor. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Kondisi shotcrete di bendungan bagong Trenggalek yang mengalami longsor. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pembangunan Bendungan Bagong Trenggalek mengalami longsor. Luasan longsor mencapai 2.000 meter persegi. Intensitas hujan tinggi diduga menyebabkan peristiwa ini terjadi.

Bendungan ini masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Saat ini, petugas masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab peristiwa tersebut.

Baca Juga: 449 Jemaah Haji Trenggalek Tiba di Kampung Halaman, 3 Wafat di Tanah Suci

Pengawas Utama Bendungan Bagong Trenggalek, Sri Wahyuni mengatakan longsor pada tebing semen atau shotcrete di Proyek Strategis Nasional (PSN) Bedungan Bagong Trenggalek terjadi secara bertahap sejak Jumat (21/02/2025) lalu.

Pergeseran shotcrete terjadi saat curah hujan tinggi. Longsor berada di antara bangunan spilway dan main dam yang dikerjakan oleh PT PP Persero dan Jatiwangi KSO.

"Luasan yang terdampak mencapai 2.000 meter persegi," ujarnya, Selasa (25/02/2025).

Meski terjadi longsor, namun hal ini dipastikan tidak akan berpengaruh banyak pada proses pembangunan secara keseluruhan. Kejadian ini disebut tak berdampak pada bangunan inti.

Baca Juga: Ribuan Mitra MBG di Trenggalek Gelar Aksi Damai, Dukung Program Tetap Berlanjut

Fungsi shotcrete adalah melapisi tebing guna mencegah erosi. Namun, faktor cuaca ekstrem bisa menyebabkan pergeseran pada lapisan semen tersebut.

"Tidak berdampak banyak. Karena bangunan inti Bendungan Bagong tetap aman," terangnya.

Saat ini tim kontruksi tengah melakukan kajian untuk menentukan langkah selanjutnya.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Bendungan Bagong merupakan proyek strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kapasitas penyimpanan air dan mendukung sektor pertanian di Trenggalek.

Kejadian tanah longsor besar di proyek ini sudah terjadi sebanyak dua kali, yakni pada 2022 longsor menutup akses kendaraan proyek dan tahun 2025 longsor di shotcrete.

"Saat ini, tim konstruksi tengah melakukan kajian lebih lanjut untuk menentukan langkah penanganan yang tepat," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.