Sabtu, 06 Jun 2026 18:30 WIB

Tour 2 Seniman di Roda Nasib saat Singgahi Surabaya

  • Penulis :
  • | Selasa, 18 Feb 2025 13:15 WIB
Salah satu sudut pameran seni rupa Roda Nasib di ArtLab Surabaya. (Foto: dok. Radil for jatimnow.com)
Salah satu sudut pameran seni rupa Roda Nasib di ArtLab Surabaya. (Foto: dok. Radil for jatimnow.com)

jatimnow.com - 2 Seniman muda menaiki mobil Suzuki Carry keluaran beberapa dekade lampau memulai tour bertajuk Roda Nasib Art Funny Road.

Berangkat dari Yogyakarta, singgah di beberapa kota, hingga tiba di Kota Surabaya dan menggelar pameran seni rupa mulai Jumat (15/2/2025) lalu di ArtLab Jalan Darmokali 16 Surabaya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Dalam pameran seni rupa bertema Api Asmara Raya ini, kedua seniman, Radil dan Muas Giraz juga berkolaborasi dengan komunitas WANI dari Surabaya.

"Di sini ada ekshibisi (pameran), observasi, ziarah, riset kekaryaan, serta diskusi. Untuk seni yang ditampilkan ada lukisan, sketsa, musik, juga sastra," ucap Radil, Senin (17/2/2025).

Radil dan Muas Giraz lantas menceritakan perjalanan touring Roda Nasib yang berangkat dari Yogyakarta ini.

"Kami berangkat tanggal 7 Februari dari Yogyakarta, lalu berziarah makam para seniman, yaitu (pelukis) Afandi. Kemudian kami melanjutkan perjalanan, singgah di Klaten, ziarah ke makam (sastrawan) Ronggowarsito, serta melakukan pengarsipan," lanjut Radil.

Dari situ, mereka mampir ke komunitas warung kopi dan berkolaborasi untuk karya seni. Selain itu, mereka juga berkolaborasi dengan para pegiat seni di Solo.

Radil mengaku banyak berkolaborasi dengan para pegiat seni di tiap daerah yang mereka singgahi. Mereka merasa dapat saling bertukar informasi, berdiskusi, hingga mengasah pemikiran di berbagai bidang seni dan kebudayaan.

Muas Giraz menambahkan, bahwa perjalanan Roda Nasib ini juga untuk bersilaturahmi, bertukar informasi, saling asah, asih, asuh dengan pelaku seni di berbagai daerah.

"Dari kegiatan ini, kita bisa menjalin kolaborasi kegiatan serupa apa nanti ke depan," ujarnya.

Giraz mengaku tour yang dilakukan ini terinspirasi dari Ronggowarsito dengan cakra manggilingan yang bermakna tentang hidup yang berputar.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Kita juga melakukan perputaran hidup, moving, hijrah, seperti orang-orang terdahulu juga, seperti para musafir," terangnya.

Namun Giraz menekankan, bahwa mereka tidak ingin melakukan eksploitasi, melainkan bersinergi dengan teman-teman di daerah setempat untuk melakukan penciptaan, atau kreasi kekaryaan.

Aksi Roda Nasib ini pun mendapat respons positif dari berbagai tempat yang mereka kunjungi. Hal ini menjadi penambah semangat untuk terus melanjutkan perjalanan ke tempat-tempat selanjutnya dan berkolaborasi dalam kekaryaan.

Sementara dalam aktivitas berziarah ke makam para seniman, rupanya bukan makam dua seniman besar itu saja yang mereka kunjungi, melainkan juga makam pencipta puluhan lagu keroncong Gesang, musisi legendaris asal Surabaya, Gombloh.

Nantinya, mereka juga berencana menziarahi makam pelukis Panji Tisna, penyair Umbu Landu Parangi, dan sastrawan Danarto.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Bagi Giraz, ziarah ke makam para seniman besar itu adalah bentuk apresiasi atas karya dan pemikiran para seniman yang telah diwariskan pada generasi sesudahnya.

"Mereka para seniman terdahulu adalah orang hebat dalam skala nasional, bahkan juga internasional. Pemikiran mereka perlu kita apresiasi. Nilai fungsi pemikiran mereka sampai sekarang masih kita gunakan. Karena mereka juga, kita saat ini mendapat warisan pemikiran tentang hidup, seni dan kekaryaan," tutur Muas Giraz.

Singgah di Kota Surabaya, kedua seniman-musafir ini memiliki catatan tersendiri.

"Surabaya menjadi titik transit para seniman, misal dari Bali mau ke Yogyakarta, atau sebaliknya, bisa transit di Surabaya. Sehingga Surabaya ini menjadi komplit, juga kawasan yang netral, yang bisa menerima segala macam pandangan, gaya atau aliran, bahkan juga yang aneh-aneh," ujarnya tertawa, sembari bersiap melanjutkan perjalanan ke kota selanjutnya, yaitu Banyuwangi.

Sebelumnya, mereka sempat singgah di Solo, Sragen, Jombang, dan Mojokerto. Selanjutnya, mereka akan ke Banyuwangi, kemudian ke Bali, lalu kembali ke Yogyakarta.   

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.