Minggu, 14 Jun 2026 01:27 WIB

Pasar Hewan di Ponorogo Masih Ditutup, Kasus PMK Terus Dipantau

Pasar hewan di Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Pasar hewan di Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com – Pasar hewan di Ponorogo hingga kini masih belum dibuka meskipun tren kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) mulai melandai. Pemerintah setempat mempertahankan penutupan guna mengantisipasi potensi penyebaran lebih lanjut.

Kabid Peternakan, Kesehatan Hewan, dan Perikanan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Ponorogo, Siti Barokah, mengungkapkan bahwa saat ini kasus PMK di wilayahnya sudah menurun, namun masih ada laporan harian mengenai ternak yang terjangkit.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

“Pasar hewan masih tutup karena masih ditemukan kasus PMK, meskipun hanya sekitar satu hingga dua kasus per hari,” ujarnya pada Rabu (12/2/2025).

Berdasarkan data terbaru dari Dipertahankan, total 1.141 ekor sapi di Ponorogo terjangkit PMK. Dari jumlah tersebut, 17 ekor dilaporkan mati, 29 ekor mengalami pemotongan paksa, sementara sisanya masih dalam tahap penyembuhan.

Penutupan pasar hewan ini sejalan dengan Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur No. 100.3.3.1/31/013/2025 tentang Status Keadaan Darurat Bencana Non-Alam akibat PMK di provinsi tersebut. Dalam kebijakan ini, kabupaten/kota diperbolehkan menutup sementara pasar hewan jika masih ditemukan kasus baru.

Siti Barokah menjelaskan bahwa pihaknya masih mengkaji kemungkinan pembukaan kembali pasar hewan. Salah satu pertimbangannya adalah risiko pasar menjadi tempat penyebaran PMK karena lalu lintas hewan yang tidak terkontrol.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

“Secara teori, pasar hewan bisa menjadi tempat penyebaran PMK. Hewan yang datang berasal dari berbagai daerah, dan kondisinya tidak selalu bisa dipastikan sehat,” jelasnya.

Sebelum penutupan pasar, pihaknya sempat melakukan pemeriksaan dan menemukan 15 ekor sapi terjangkit PMK yang diperjualbelikan di lokasi.

“Kami harapkan para peternak juga mendukung kebijakan ini,” papar Barokah.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Peternak sapi di Ponorogo, Slamet mengaku mendukung kebijakan ini demi mencegah penyebaran PMK lebih luas.

“Daripada pasar jadi tempat penularan PMK, lebih baik ditutup sementara,” ujar warga Kecamatan Sawoo tersebut.

Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap kasus PMK bisa terus ditekan hingga benar-benar terkendali, sehingga pasar hewan dapat kembali beroperasi dengan aman.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.