Minggu, 14 Jun 2026 05:13 WIB

Alokasi Pupuk Bersubsidi di Tulungagung Tidak Sesuai Usulan

Kepala Dinas Pertanian Tulungagung, Suyanto. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Kepala Dinas Pertanian Tulungagung, Suyanto. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Alokasi pupuk bersubsidi tahun 2025 di Kabupaten Tulungagung, tidak sesuai usulan. Pemerintah menetapkan alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 70 persen dari total yang diusulkan.

Kepala Dinas Pertanian Tulungagung, Suyanto mengatakan pada 2025 pihaknya telah mengusulkan pupuk subsidi kepada Kementerian Pertanian sebanyak 70.047 ton. Dengan rincian, pupuk urea 31.1006 ton, NPK 36.603 ton dan organik 2.344 ton. Namun alokasi pupuk subsidi yang disepakati hanya 47.934 ton.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

“Rinciannya pupuk urea 26.069 ton, NPK 21.138 ton dan organik 727 ton," ujarnya, Selasa (4/2/2025).

Terdapat sekitar 22.113 ton usulan pupuk subsidi yang tidak disepakati. Atau alokasi hanya sekitar 70 persen.

Meski begitu pihak dinas memastikan alokasi pupuk subsidi yang diterima mampu memenuhi kebutuhan petani. Saat ini proses penyerapan pupuk bersubsidi juga sudah dilakukan.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

“Diawal tahun ini beberapa jenis pupuk subsidi mulai diserap, seperti pupuk urea dan NPK," terangnya.

Suyanto mengungkapkan, dari tiga jenis pupuk subsidi yang disediakan, petani kurang meminati penggunaan pupuk subsidi organik. Pada 2024 lalu, alokasi pupuk subsidi di Tulungagung mencapai 47.389 ton. Dengan rincian, pupuk urea 26.084 ton, NPK 20.780 ton, dan organik 525 ton.

Baca Juga: Ribuan Pencari Kerja Padati Job Fair yang Digelar Disnakertrans Tulungagung

Dari jumlah ini serapan paling banyak adalah pupuk subsidi jenis NPK dengan realisasi sebanyak 20.686 ton atau 99,54 persen. Sedangkan serapan pupuk subsidi organik paling rendah sekitar 30,80 persen.

"Sekarang banyak petani di Tulungagung yang sudah bisa membuat pupuk organik. Sehingga alokasi dan serapan pupuk organik minim," pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.

Imigrasi Surabaya Sebar 400 Akun APOA untuk Awasi Orang Asing

Imigrasi Surabaya memperkuat pengawasan orang asing melalui APOA dengan 400 akun aktif dan melibatkan hotel, kampus, hingga perusahaan.