Senin, 08 Jun 2026 04:46 WIB

Sampah Masih Menjadi Momok di Kota Blitar

  • Penulis : CF Glorian
  • | Jumat, 16 Mar 2018 12:50 WIB
Salah satu tempat pembuangan sampah di Blitar.
Salah satu tempat pembuangan sampah di Blitar.

jatimnow.com - Pemerintah Kota Blitar mengakui sampah masih menjadi momok yang menakutkan. Keberadaan sampah juga menjadi salah satu penyebab munculnya genangan air, termasuk mengotori sungai dan pemukiman penduduk.

Berdasarkan hasil pantauan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Blitar menyebutkan, produksi sampah tertinggi berasal dari limbah rumah tangga dan dari pasar tradisional.

Baca Juga: Mutasi Perdana di Kota Blitar, 123 ASN Berpindah Jabatan

"Jadi yang tertinggi masih dari rumah tangga dan pasar terutama dari pasar tradisional. Sampah yang dihasilkan oleh dua tempat ini sangat banyak," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Blitar Pande Ketut Suryadi usai mengikuti apel peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di Halaman Kantor Walikota Blitar Jumat (16/03/2018).

Hingga kini budaya masyarakat dalam membuang sampah sembarang masih menjadi faktor penghambat pengelolaan sampah.

Buruknya kesadaran masyarakat soal pengelolaan sampah, semakin mempersulit pemerintah mengelola sampah.

Hal tersebut dibuktikan dengan masih banyaknya para pedagang yang membuang sampah sembarang usai berjualan. Bahkan disebutkan mereka seperti tidak peduli dengan keberadaan sampah.

Baca Juga: Kerap Dibuat Mesum, Satpol PP Tingkatkan Pengawasan Alun-alun Lamongan.

"Pedagang Kaki Lima (PKL) itu juga banyak yang buang sampah sembarang. Ya namanya juga orang banyak. Mereka kadang meninggalkan sampahnya ditempat dia berjualan," terang Pande.

Pande berjanji, pengelolaan sampah di Kota Blitar akan lebih dimaksimalkan. Satu diantaranya yakni tinggal menunggu aturan yang akan memberikan sanksi pada masyarakat yang ketahuan membuang sampah sembarangan. Termasuk ada upaya paksa dari pemerintah.

"Kami Perda-nya udah ada. Yaitu Perda Nomor 7 tahun 2017. Kita tinggal menunggu perwaliannya aja. Kita juga sudah didukung oleh Dewan (DPRD Kota Blitar) untuk melakukan sanksi dengan cara uji petik," ungkapnya.

Baca Juga: Ini Pesan Bupati Ipuk di Final Jebeng Thulik Banyuwangi 2024

Pande menambahkan tahun 2018 ini pemerintah sudah menganggarkan dana dari APBD sekitar Rp 700 juta rupiah, untuk pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) di 6 Kelurahan yang di Kota Blitar. Dengan harapan pengelolaan sampah juga semakin optimal.

"Ya kita berharap sudah ndak ada lagi yang membuang sampah di sungai maupun irigasi," imbuhnya.

Reporter: CF Glorian
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.