Rabu, 22 Jul 2026 06:10 WIB

4 BUMD Jatim Kinerja Paling Buruk Sepanjang 2024

Gedung Negara Grahadi (dok.jatimnow.com)
Gedung Negara Grahadi (dok.jatimnow.com)

jatimnow.com - Sepanjang Tahun 2024, ada 4 dari 10 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan kinerja paling buruk. Hal ini diketahui dari hasil laporan dan evaluasi yang disampaikan pada Komisi C DPRD Jatim.

Anggota Komisi C DPRD Jatim Multazamudz Dzikri mengungkapkan, reformasi di internal BUMD wajib dilaksanakan di awal Tahun 2025 untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi pemprov.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Rotasi 6 Pejabat Pemprov Jatim, Ini Susunannya

"Dari 10 BUMD di bawah Pemprov Jatim, saya menilai belum sepenuhnya berjalan efektif. Ini hanya menjadi beban pemprov, ada baiknya dikaji ulang keberadaannya atau sekalian ditutup," kata Multazam, sapaan akrabnya, kepada jatimnow.com, Sabtu (11/1/2024).

Politisi PKB Jatim ini meminta pemprov tegas. Sebab, beberapa BUMD yang selalu minta disusui tentunya akan menghambat proses pembangunan di Jatim. Pihaknya mencatat, sepanjang Tahun 2024, ada 4 BUMD yang dinilainya gagal dikelola.

Pertama, PT Jatim Grha Utama, BUMD ini ia nilai sebagai salah satu BUMD yang kurang sehat. Sepanjang Tahun 2024, deviden PT Jatim Grha Utama malah turun hampir 60�ri 2,4 Miliar ditahun 2023 menjadi 1 Miliar ditahun 2024. 

Kemudian disusul PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim yang juga mengalami penurunan deviden pada tahun 2024, PT PWU hanya bisa memberikan deviden 1 Miliat dari sekian banyak usaha yang dijalankan.

"Kedua BUMD ini terbebani anak perusahan yang kurang sehat, harus ada evaluasi serius atau sekalian dibubarkan anak perusahaan yang hanya menjadi beban," tegas Multazam.

Baca Juga: Misi Dagang Jatim-Riau Naik 3 Kali Lipat, Transaksi Tembus Rp 1 Triliun

MultazamMultazam

Ketiga, PT Air Bersih, BUMD ini, lanjut Multazam, juga perlu perhatian secara serius, sebab deviden setiap tahun semakin menurun. 

"Saya heran, kok ada jualan air tidak bisa meraup keuntungan yang besar. Jajaran direksi perlu dievaluasi, kalau perlu diganti atau dipihak ketigakan pengelolaannya agar bisa dikelola lebih serius," imbuh Azam, menegaskan.

Baca Juga: Santuni Yatim Piatu dan Dhuafa, Anggota DPRD Jatim Sampaikan Pesan Prabowo

Lalu keempat, PT Askrida yang bergerak dalam bidang usaha asuransi. BUMD ini juga menurut dia perlu dievaluasi. Bahkan, jika tidak ada manfaat dan tidak bisa memberikan deviden, ada baiknya dibubarkan. 

"Sifatnya wujuduhu ka adamihi PT Askrida ini," sambung dia.

Dikeahui, selain 4 BUMD tersebut, Pemprov Jatim juga memiliki 6 BUMD lainnya. Diantaranya Bank Jatim, PT SIER, Petrogas Jatim Utama (PJU), Jamkrida Jatim, Bank Perkreditan Rakyat Jatim, dan Panca Wira Usaha.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.