Minggu, 07 Jun 2026 02:10 WIB

4 BUMD Jatim Kinerja Paling Buruk Sepanjang 2024

Gedung Negara Grahadi (dok.jatimnow.com)
Gedung Negara Grahadi (dok.jatimnow.com)

jatimnow.com - Sepanjang Tahun 2024, ada 4 dari 10 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan kinerja paling buruk. Hal ini diketahui dari hasil laporan dan evaluasi yang disampaikan pada Komisi C DPRD Jatim.

Anggota Komisi C DPRD Jatim Multazamudz Dzikri mengungkapkan, reformasi di internal BUMD wajib dilaksanakan di awal Tahun 2025 untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi pemprov.

Baca Juga: KPK Angkut 2 Koper Hitam Usai Periksa 15 Saksi Dana Hibah Jatim di Probolinggo

"Dari 10 BUMD di bawah Pemprov Jatim, saya menilai belum sepenuhnya berjalan efektif. Ini hanya menjadi beban pemprov, ada baiknya dikaji ulang keberadaannya atau sekalian ditutup," kata Multazam, sapaan akrabnya, kepada jatimnow.com, Sabtu (11/1/2024).

Politisi PKB Jatim ini meminta pemprov tegas. Sebab, beberapa BUMD yang selalu minta disusui tentunya akan menghambat proses pembangunan di Jatim. Pihaknya mencatat, sepanjang Tahun 2024, ada 4 BUMD yang dinilainya gagal dikelola.

Pertama, PT Jatim Grha Utama, BUMD ini ia nilai sebagai salah satu BUMD yang kurang sehat. Sepanjang Tahun 2024, deviden PT Jatim Grha Utama malah turun hampir 60�ri 2,4 Miliar ditahun 2023 menjadi 1 Miliar ditahun 2024. 

Kemudian disusul PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim yang juga mengalami penurunan deviden pada tahun 2024, PT PWU hanya bisa memberikan deviden 1 Miliat dari sekian banyak usaha yang dijalankan.

"Kedua BUMD ini terbebani anak perusahan yang kurang sehat, harus ada evaluasi serius atau sekalian dibubarkan anak perusahaan yang hanya menjadi beban," tegas Multazam.

Baca Juga: Ekonomi Ngagel Surabaya Mati Suri, Pemprov Jatim Diminta Turun Tangan

MultazamMultazam

Ketiga, PT Air Bersih, BUMD ini, lanjut Multazam, juga perlu perhatian secara serius, sebab deviden setiap tahun semakin menurun. 

"Saya heran, kok ada jualan air tidak bisa meraup keuntungan yang besar. Jajaran direksi perlu dievaluasi, kalau perlu diganti atau dipihak ketigakan pengelolaannya agar bisa dikelola lebih serius," imbuh Azam, menegaskan.

Baca Juga: Sidang Gugatan Rp8,5 Miliar Eks Karyawan PT Kasa Husada Wira Jatim Ditunda

Lalu keempat, PT Askrida yang bergerak dalam bidang usaha asuransi. BUMD ini juga menurut dia perlu dievaluasi. Bahkan, jika tidak ada manfaat dan tidak bisa memberikan deviden, ada baiknya dibubarkan. 

"Sifatnya wujuduhu ka adamihi PT Askrida ini," sambung dia.

Dikeahui, selain 4 BUMD tersebut, Pemprov Jatim juga memiliki 6 BUMD lainnya. Diantaranya Bank Jatim, PT SIER, Petrogas Jatim Utama (PJU), Jamkrida Jatim, Bank Perkreditan Rakyat Jatim, dan Panca Wira Usaha.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.