Minggu, 14 Jun 2026 05:27 WIB

9 Pasar Hewan di Ponorogo Tutup 2 Pekan, Cegah Penyebaran PMK

Pasar Hewan Jetis di Ponorogo ditutup akibat wabah PMK yang menjangkiti ratusan sapi. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Pasar Hewan Jetis di Ponorogo ditutup akibat wabah PMK yang menjangkiti ratusan sapi. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebanyak 9 pasar hewan di Kabupaten Ponorogo resmi ditutup mulai Jumat (10/1/2025). Langkah ini diambil sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) yang telah menjangkiti ratusan sapi di wilayah tersebut.

Penutupan pasar hewan ini mencakup tujuh pasar hewan besar, yakni Pasar Badegan, Sumoroto, Ngumpul Balong, Slahung, Bungkal, Tamansari Sambit, dan Jetis. Selain itu, dua pasar hewan kecil, yaitu Pasar Balong dan Sawoo.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkum) Ponorogo, Ringga Dwi Heri Irawan, menjelaskan bahwa keputusan ini didasarkan pada surat resmi Disperdagkum Nomor 500.2.3.4/KH/4/405.16/2025.

Surat tersebut merujuk pada rekomendasi dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Ponorogo terkait pencegahan penyebaran PMK di wilayah tersebut.

Menurut Ringga, penutupan pasar hewan berlangsung selama 14 hari, mulai Rabu (8/1/2025) hingga Rabu (21/1/2025).

“Kami sudah memberitahukan kepada pedagang untuk tidak berjualan pada tanggal yang telah ditentukan. Petugas juga ditempatkan di pasar untuk memastikan penutupan berjalan lancar,” ujarnya.

Ia menegaskan, penutupan sementara ini bertujuan memutus rantai penyebaran PMK, terutama dari perdagangan hewan yang melibatkan pihak luar daerah.

Baca Juga: Sapi Gemoy Hewan Kurban Presiden Prabowo di Tulungagung Bernama Fajar

“Kalau tidak ditutup, dikhawatirkan penyebarannya akan semakin luas,” tambah Ringga.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko juga menyatakan bahwa langkah penutupan pasar hewan telah melalui kajian matang.

“Kami memahami bahwa ini menyangkut perekonomian masyarakat, sehingga keputusan ini tidak diambil secara tergesa-gesa. Namun, melihat lonjakan kasus PMK, penutupan pasar hewan menjadi langkah terbaik,” jelasnya.

Baca Juga: Harga Hewan Kurban di Tulungagung Mulai Mengalani Kenaikan, Ini Kisarannya

Sugiri menambahkan, keputusan ini juga sejalan dengan masukan Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, yang mendorong langkah cepat untuk mengendalikan penyebaran wabah.

“Kami sepakat bahwa penutupan sementara pasar hewan adalah langkah awal yang harus diambil,” tegasnya.

Dengan penutupan ini, pemerintah daerah berharap penyebaran PMK dapat dikendalikan, sehingga kesehatan hewan ternak di Ponorogo dapat kembali terjaga.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.