Minggu, 14 Jun 2026 08:34 WIB

500 Vaksin Tersedia Cegah Ternak Terinfeksi PMK di Ponorogo

Ternak sapi di Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Ternak sapi di Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com – Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo telah membeli 500 dosis vaksin untuk mencegah Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) pada sapi dan kambing.

Vaksinasi ini diprioritaskan untuk wilayah yang masih tergolong zona hijau atau bebas PMK.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

“Kami fokus pada pencegahan di zona hijau. Vaksinasi ini bertujuan agar sapi yang belum terkena PMK memiliki kekebalan lebih baik,” ujar," ucap Kepala Bidang Peternakan, Kesehatan Hewan, dan Perikanan, Siti Barokah, Jumat (10/1/2025).

Menurut Siti, pengadaan vaksin ini dilakukan dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Ponorogo. Pasalnya, pemerintah pusat belum mengalokasikan vaksin secara khusus untuk PMK di tahun 2025.

“Vaksin dari pusat belum tersedia. Jadi kami mengandalkan APBD. Namun, jumlahnya terbatas karena kita harus tetap mempersiapkan kemungkinan lonjakan kasus PMK,” tambahnya.

Siti menegaskan, jumlah vaksin yang disediakan saat ini hanya cukup untuk 500 ekor ternak.

Ia meminta dokter hewan di wilayahnya segera mengajukan permohonan jika wilayah mereka memerlukan vaksin, terutama untuk daerah yang masih bersih dari PMK.

Baca Juga: Sapi Gemoy Hewan Kurban Presiden Prabowo di Tulungagung Bernama Fajar

Kabupaten Ponorogo memiliki populasi sapi yang cukup besar, mencapai 68 ribu ekor. Vaksinasi sebelumnya telah rutin dilakukan, terutama untuk sapi perah, dengan pengulangan setiap enam bulan sekali.

“Pada tahun 2024, vaksinasi sudah dilakukan. Namun, untuk tahun 2025, kami harus kembali mengadakan vaksin agar sapi tetap terlindungi,” jelasnya.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko turut mendukung langkah cepat pengadaan vaksin ini.

Baca Juga: Harga Hewan Kurban di Tulungagung Mulai Mengalani Kenaikan, Ini Kisarannya

BIa menyatakan bahwa proses pembelian vaksin dilakukan agar pencegahan PMK dapat terus berlanjut tanpa hambatan.

“Kami tidak berhenti melakukan vaksinasi. Upaya ini akan terus dilakukan untuk melindungi peternak dan hewan ternak mereka,” tegas Sugiri.

Dengan langkah ini, diharapkan wilayah Ponorogo mampu mempertahankan zona hijau dan meminimalkan dampak PMK terhadap sektor peternakan.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.