Selasa, 09 Jun 2026 22:48 WIB

PMK di Ponorogo: 157 Sapi Terjangkit, Hanya 1 Ekor Mati

Kabid Peternakan Kesehatan Hewan dan Perikanan Dipertahankan Ponorogo, Siti Barokah (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Kabid Peternakan Kesehatan Hewan dan Perikanan Dipertahankan Ponorogo, Siti Barokah (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com – Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Ponorogo mengonfirmasi 157 sapi telah terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sejak Desember 2024. Dari angka tersebut, 1 ekor sapi telah mati.

Kabid Peternakan Kesehatan Hewan dan Perikanan Dipertahankan Ponorogo, Siti Barokah, menjelaskan bahwa penyebaran PMK kemungkinan besar dipengaruhi oleh banjir yang melanda Ponorogo.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

“PMK disebabkan oleh virus dan virus ini sensitif terhadap suhu panas. Namun banjir yang terjadi membuat kasus meningkat signifikan,” jelasnya pada Sabtu (4/1/2025).

Sebaran PMK ditemukan di 15 kecamatan dan 41 desa, dengan kasus terbanyak di Desa Wagir Kidul, Kecamatan Pulung, yakni sebanyak 16 ekor sapi.

“Khusus di Pudak, yang sebelumnya menjadi daerah dengan kasus PMK tertinggi dua tahun lalu, saat ini relatif aman. Penanganan dan vaksinasi terus kami lakukan di sana,” tambah Barokah.

Barokah memastikan, pihaknya siap menangani setiap laporan kasus PMK.

“Jika ada laporan, pasti ditindaklanjuti. Kami memiliki puskeswan yang bekerja sama dengan dokter dan paramedik untuk merespons kasus ini,” ujarnya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Di Desa Jimbe dan Desa Plalangan Kecamatan Jenangan, sejumlah sapi dilaporkan mati mendadak dengan gejala mirip PMK. Beberapa peternak bahkan menjual sapi mereka dengan harga murah karena khawatir ternaknya mati.

Salah satu kasus menonjol terjadi di Dusun Setutup, Desa Jimbe. Sapi milik warga setempat, Kayun, terlihat lemas, tidak bisa berdiri, dan mengeluarkan lendir dari mulut serta hidungnya.

“Ada 4 sapi dilaporkan mati di Desa Jimbe, namun laporan resmi belum kami terima,” kata Barokah.

Dipertahankan Ponorogo terus menggalakkan vaksinasi untuk sapi, terutama bagi sapi baru yang rentan terhadap PMK. Di Desa Wagir Kidul, sapi-sapi baru yang belum divaksinasi menjadi fokus utama untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

Baca Juga: Antisipasi Merebaknya Wabah PMK, Disnakeswan Tulungagung Pantau Pasar Hewan

“Penting bagi peternak untuk melaporkan setiap kasus agar penanganan bisa segera dilakukan. Kami berharap ke depannya kasus PMK dapat ditekan secara maksimal,” tutup Barokah.

Dengan total 157 kasus PMK yang tersebar di berbagai wilayah Ponorogo, pihak terkait terus melakukan berbagai langkah penanganan, mulai dari vaksinasi hingga edukasi peternak.

Meskipun hanya 1 sapi yang dilaporkan mati, dampak ekonomi bagi peternak cukup signifikan, terutama di wilayah terdampak parah seperti Desa Jimbe dan Plalangan.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.