Minggu, 14 Jun 2026 01:25 WIB

Wabah PMK di Jimbe Ponorogo, Peternak Harap Pemkab Segera Bertindak

Kondisi sapi milik warga Jimbe Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Kondisi sapi milik warga Jimbe Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com – Pemerintah Desa Jimbe, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo telah melaporkan adanya kasus kematian empat ekor sapi di Dusun Setutup. Hewan ternak tersebut mengalami gejala mirip Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Menurut Muhammad Azis Eko Febrianto, salah satu perangkat desa, sapi-sapi yang sakit menunjukkan tanda-tanda khas PMK. seperti keluarnya lendir dari mulut dan hidung, serta kondisi tubuh yang lemas.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

“Mulut sapi terlihat seperti sariawan, dan kuku juga bermasalah. Lama-kelamaan mereka ambruk dan mati,” jelasnya pada Jumat (3/1/2025).

Azis menyebut bahwa kasus ini mulai mencuat sekitar 10 hari yang lalu. Namun, ia menduga sapi-sapi tersebut sudah terjangkit penyakit sebelum waktu tersebut.

“Kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Sapi yang mati kebanyakan jenis Brahmana,” tambahnya.

Pemerintah desa telah melaporkan kasus ini kepada mantri hewan dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Ponorogo. Meski begitu, tim medis hewan belum melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi.

Baca Juga: Sapi Gemoy Hewan Kurban Presiden Prabowo di Tulungagung Bernama Fajar

“Kami berharap ada tindak lanjut cepat untuk mencegah penyebaran penyakit,” ujar Azis.

Kepala Bidang Peternakan dan Perikanan Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo, Siti Barokah mengonfirmasi laporan tersebut. Ia menyatakan bahwa cuaca menjadi salah satu faktor yang memicu penyebaran PMK.

“Kami masih melakukan pengecekan lebih lanjut untuk memastikan langkah pencegahan,” katanya.

Baca Juga: Harga Hewan Kurban di Tulungagung Mulai Mengalani Kenaikan, Ini Kisarannya

Di lokasi kejadian, salah satu sapi yang masih sakit terlihat lemas dan tidak mampu berdiri. Sapi tersebut milik seorang warga bernama Kayun, yang tinggal di Dusun Setutup. Mulut dan hidung sapi tampak berlendir, sementara bagian kakinya dibalut kain merah untuk mencegah luka lebih parah.

Masyarakat setempat khawatir penyakit ini akan menyebar ke ternak lainnya. Oleh karena itu, mereka berharap pihak terkait segera memberikan solusi, baik melalui vaksinasi maupun tindakan medis lainnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.