Kamis, 11 Jun 2026 13:07 WIB

Galian C Sebabkan Banyak Gumuk di Jember Hilang

  • Penulis : Sugianto
  • | Kamis, 02 Jan 2025 19:29 WIB
Rapat evaluasi peningkatan PAD Jember Komisi C DPRD Jember dengan Bapenda. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Rapat evaluasi peningkatan PAD Jember Komisi C DPRD Jember dengan Bapenda. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Komisi C DPRD Jember menyoroti tambang galian C yang menyebabkan banyak gumuk yang hilang. Tak hanya itu, tambang galian C juga menyebabkan jalan rusak, hingga tidak ada pajak masuk ke Pemerintah Kabupaten Jember.

"Di Jember banyak sekali tambang-tambang ilegal yang tidak ada pungutan pajak. Tapi mereka bayar pajak atau atensi yang nilainya di atas Rp5 juta di bawah Rp10 juta setiap bulan," kata anggota Komisi C DPRD Jember, Sujarwo Adiono, Kamis (2/1/2025).

Baca Juga: Bupati Jember Perintahkan Dinas TPHP Cabut Izin Kios Pupuk Subsidi Nakal

Dalam rapat kerja dengan Bapenda Jember tentang evaluasi dan peningkatan pendapatan, Jarwo menceritakan pengalaman pribadi saat memiliki alat berat yang dioperasikan untuk penambangan.

"Karena pengalaman saya punya alat berat, nambang di situ ada yang harus dibayar (ke oknum). Kalau tidak kuat biaya sendiri, bisa berhenti," kisahnya.

Diceritakan, satu hari satu alat berat mampu menghasilkan 40 rit truk, dengan harga Rp250 ribu. Sehingga kalau ditotal satu alat berat hasilnya Rp10 juta per hari.

"Dipotong solar dan sebagainya. Andaikata itu resmi, pungutan pajak dari mereka itu besar. Tambang-tambang yang galian C tidak ada izinnya, hanya bayar atensi (pungutan) saja," kisahnya.

Kedepan, mantan Kepala Desa Kemuning Kidul berharap, bagaimana caranya membuat mereka punya peluang dan tidak kesulitan izin tambang galian C. Untuk mendapatkan PAD dari penambang itu, perlu dikaji dan dijembatani proses izinnya.

Baca Juga: Bantuan Pertanian Senilai Rp312 Miliar Mengalir ke Jember

"Andaikata syarat bisa terpenuhi, mereka tidak sulit. Karena saat ini, gampangnya mereka cari bekingan, sehingga bayar atensi," ungkapnya.

Salah satu anggota DPRD Jember lainnya, Hanan Kukuh Ratmono menambahkan, selama ini penambang yang mengambil pasir dan batu tidak ada konstribusi ke masyarakat maupun Pemerintah Kabupaten Jember.

"Padahal kerusakan jalan oleh kendaraan itu cukup besar, akhirnya bila ada kerusakan siapa yang memperbaiki, iya tetap pemerintah," kesalnya.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

"Pola pikir mereka, lebih enak bayar ke oknum. Kita harus hadir, mereka pakai jalan kita, jalan kabupaten atau desa," lanjutnya.

Maka dari itu, jika para penambang memiliki izin resmi tentu akan menambah PAD Jember. Karena Hanan yakin saat ini penambang galian C tidak ada izinnya.

"Karena kalau PAD semakin besar, maka keleluasaan kita proses pembangunan semakin banyak," jelasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.