Rabu, 22 Jul 2026 10:41 WIB

Reog Ponorogo Resmi Diakui UNESCO, Digelar Serentak di Seluruh Dunia

Pagelaran Reog Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Pagelaran Reog Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebagai bentuk rasa syukur atas pengakuan Reog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) UNESCO, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo menggelar pagelaran Reog serentak di seluruh dunia pada Minggu (22/12/2024).

Pengakuan UNESCO tersebut, diberikan pada 3 Desember 2024 dalam Sidang ke-19 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Asunción, Paraguay.

Baca Juga: Tampilkan Reog Ponorogo, Prajurit KRI Bima Suci Sukses Pikat Warga Colombo

Di Ponorogo sendiri, acara syukuran ini berlangsung meriah dengan partisipasi 30 kelompok Reog yang tampil di depan Paseban Alun-Alun Kabupaten Ponorogo.

“Kami menyambut dengan penuh rasa syukur atas ditetapkannya Reog Ponorogo sebagai WBTb pada 3 Desember lalu,” ujar Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, yang akrab disapa Kang Giri.

Kang Giri menambahkan bahwa pagelaran serentak ini tidak hanya dilakukan di Ponorogo, tetapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia hingga mancanegara.

“Pagelaran serentak juga diadakan di Amerika, Australia, Afrika, Korea, Jepang, Malaysia, dan negara-negara lain yang memiliki komunitas kesenian Reog,” ungkapnya.

Kang Giri menjelaskan bahwa perbedaan waktu di setiap negara menjadi tantangan tersendiri untuk melaksanakan acara ini secara bersamaan. Namun, semua pertunjukan tetap dilakukan pada hari yang sama dengan metode streaming.

Baca Juga: Melacak Keberadaan Bupati Ponorogo Usai OTT KPK

“Kami menyiasatinya dengan streaming agar semua tetap bisa tampil di tanggal yang sama, meski waktunya berbeda,” katanya.

Bupati Sugiri juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung hingga Reog Ponorogo diakui UNESCO.

Ia secara khusus menyebut Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon atas kontribusinya.

Baca Juga: Usai OTT Bupati Ponorogo, Mobil Sekda dan Dirut RSUD Tiba di Polres

Meski telah mendapat pengakuan dunia, Kang Giri menegaskan bahwa ini baru awal dari tanggung jawab besar untuk melestarikan Reog Ponorogo.

“Saya mengajak semua pihak untuk melakukan konservasi dan kaderisasi. Ada transmisi budaya yang harus terus dijaga agar Reog tetap hidup dan mampu memberikan dampak positif, termasuk dalam bidang ekonomi,” ujarnya.

Kang Giri berharap, melalui langkah ini, kebudayaan Reog tidak hanya tetap lestari tetapi juga mampu membangun karakter bangsa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Ponorogo. 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.