Minggu, 07 Jun 2026 01:11 WIB

Reog Ponorogo Resmi Diakui UNESCO, Digelar Serentak di Seluruh Dunia

Pagelaran Reog Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Pagelaran Reog Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebagai bentuk rasa syukur atas pengakuan Reog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) UNESCO, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo menggelar pagelaran Reog serentak di seluruh dunia pada Minggu (22/12/2024).

Pengakuan UNESCO tersebut, diberikan pada 3 Desember 2024 dalam Sidang ke-19 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Asunción, Paraguay.

Baca Juga: Tampilkan Reog Ponorogo, Prajurit KRI Bima Suci Sukses Pikat Warga Colombo

Di Ponorogo sendiri, acara syukuran ini berlangsung meriah dengan partisipasi 30 kelompok Reog yang tampil di depan Paseban Alun-Alun Kabupaten Ponorogo.

“Kami menyambut dengan penuh rasa syukur atas ditetapkannya Reog Ponorogo sebagai WBTb pada 3 Desember lalu,” ujar Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, yang akrab disapa Kang Giri.

Kang Giri menambahkan bahwa pagelaran serentak ini tidak hanya dilakukan di Ponorogo, tetapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia hingga mancanegara.

“Pagelaran serentak juga diadakan di Amerika, Australia, Afrika, Korea, Jepang, Malaysia, dan negara-negara lain yang memiliki komunitas kesenian Reog,” ungkapnya.

Kang Giri menjelaskan bahwa perbedaan waktu di setiap negara menjadi tantangan tersendiri untuk melaksanakan acara ini secara bersamaan. Namun, semua pertunjukan tetap dilakukan pada hari yang sama dengan metode streaming.

Baca Juga: Melacak Keberadaan Bupati Ponorogo Usai OTT KPK

“Kami menyiasatinya dengan streaming agar semua tetap bisa tampil di tanggal yang sama, meski waktunya berbeda,” katanya.

Bupati Sugiri juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung hingga Reog Ponorogo diakui UNESCO.

Ia secara khusus menyebut Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon atas kontribusinya.

Baca Juga: Usai OTT Bupati Ponorogo, Mobil Sekda dan Dirut RSUD Tiba di Polres

Meski telah mendapat pengakuan dunia, Kang Giri menegaskan bahwa ini baru awal dari tanggung jawab besar untuk melestarikan Reog Ponorogo.

“Saya mengajak semua pihak untuk melakukan konservasi dan kaderisasi. Ada transmisi budaya yang harus terus dijaga agar Reog tetap hidup dan mampu memberikan dampak positif, termasuk dalam bidang ekonomi,” ujarnya.

Kang Giri berharap, melalui langkah ini, kebudayaan Reog tidak hanya tetap lestari tetapi juga mampu membangun karakter bangsa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Ponorogo. 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.