Selasa, 28 Jul 2026 08:58 WIB

Sawah Gagal Panen di Madiun Dapat Asuransi, Wow!

  • Penulis :
  • | Selasa, 10 Des 2024 09:30 WIB
Ilustrasi. Sawah terendam banjir. (Foto: dok. jatimnow.com)
Ilustrasi. Sawah terendam banjir. (Foto: dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejumlah lahan pertanian di Kota Madiun terancam gagal panen. Sejumlah lahan tersebut sempat terendam banjir akibat curah hujan yang tinggi. Namun, petani tak perlu khawatir karena setiap jengkal lahan sawah yang digarap telah diasuransikan Pemerintah Kota Madiun.

"Dari pihak asuransi sudah ada hitungannya. Tetapi kalau satu hektare utuh, ganti ruginya Rp6 juta," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun, Totok Sugiarto di laman resmi Pemkot Madiun, Senin (9/12/2024).

Baca Juga: Prudential Indonesia Luncurkan Levela, Platform Literasi Keuangan untuk Gen Z

Totok tak menampik ada beberapa lahan di Kelurahan Tawangrejo yang sempat terendam banjir. Namun, tak lama telah surut.

Artinya, lahan tidak ada yang rusak parah atau bahkan sampai gagal panen. Namun tak menutup lahan bisa terendam banjir lagi mengingat curah hujan yang tinggi. Karenanya, program asuransi tersebut sebagai salah satu bentuk proteksi.

"Intinya Pemerintah Kota Madiun ingin melindungi para petani kita. Jangan sampai sudah gagal panen, tidak dapat apa-apa. Paling tidak, ada ganti rugi yang bisa digunakan sebagai modal untuk masa tanam selanjutnya," ungkapnya.

Baca Juga: Ribuan Hektar Sawah di Lamongan Diserang Wereng, Bupati Kerahkan Drone

Sementara itu, Kepala Bidang Pertanian di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun, Wahyu Niken Febrianti mengaku belum ada pengajuan klaim dari pihak petani sejauh ini.
Namun, dia tak menampik adanya lahan pertanian yang sempat tergenang banjir. Meski begitu, tanaman padi yang terendam masih bisa terselamatkan.

"Sampai saat ini belum ada laporan klaim. Mungkin karena tanaman padinya masih bisa terselamatkan atau yang rusak hanya sebagian kecil saja," ujarnya.

Baca Juga: Ratusan Hektare Lahan Padi dan Jagung di Jember Diserang Hama Tikus

Pihaknya terbuka lebar untuk menerima laporan. Pihak asuransi akan melakukan pengecekan. Jika memenuhi persyaratan, klaim akan diberikan. Meski begitu, Niken berharap tidak ada petani yang mengalami gagal panen.

"Kalau bisa jangan sampai gagal panen agar keuntungan maksimal. Tetapi kalau sampai gagal panen, sudah ada perlindungan agar tidak merugi terlalu besar," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.