Jumat, 12 Jun 2026 01:54 WIB

Sawah Gagal Panen di Madiun Dapat Asuransi, Wow!

  • Penulis :
  • | Selasa, 10 Des 2024 09:30 WIB
Ilustrasi. Sawah terendam banjir. (Foto: dok. jatimnow.com)
Ilustrasi. Sawah terendam banjir. (Foto: dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejumlah lahan pertanian di Kota Madiun terancam gagal panen. Sejumlah lahan tersebut sempat terendam banjir akibat curah hujan yang tinggi. Namun, petani tak perlu khawatir karena setiap jengkal lahan sawah yang digarap telah diasuransikan Pemerintah Kota Madiun.

"Dari pihak asuransi sudah ada hitungannya. Tetapi kalau satu hektare utuh, ganti ruginya Rp6 juta," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun, Totok Sugiarto di laman resmi Pemkot Madiun, Senin (9/12/2024).

Baca Juga: Pakar Ungkap Bahaya El Nino Godzilla 2026 dan Langkah Mitigasinya

Totok tak menampik ada beberapa lahan di Kelurahan Tawangrejo yang sempat terendam banjir. Namun, tak lama telah surut.

Artinya, lahan tidak ada yang rusak parah atau bahkan sampai gagal panen. Namun tak menutup lahan bisa terendam banjir lagi mengingat curah hujan yang tinggi. Karenanya, program asuransi tersebut sebagai salah satu bentuk proteksi.

"Intinya Pemerintah Kota Madiun ingin melindungi para petani kita. Jangan sampai sudah gagal panen, tidak dapat apa-apa. Paling tidak, ada ganti rugi yang bisa digunakan sebagai modal untuk masa tanam selanjutnya," ungkapnya.

Baca Juga: Cermati Fintech Group Fasilitasi 225 Pemudik Gratis

Sementara itu, Kepala Bidang Pertanian di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun, Wahyu Niken Febrianti mengaku belum ada pengajuan klaim dari pihak petani sejauh ini.
Namun, dia tak menampik adanya lahan pertanian yang sempat tergenang banjir. Meski begitu, tanaman padi yang terendam masih bisa terselamatkan.

"Sampai saat ini belum ada laporan klaim. Mungkin karena tanaman padinya masih bisa terselamatkan atau yang rusak hanya sebagian kecil saja," ujarnya.

Baca Juga: AXA Mandiri Hadir di Jember, Dorong Mahasiswa Melek Keuangan

Pihaknya terbuka lebar untuk menerima laporan. Pihak asuransi akan melakukan pengecekan. Jika memenuhi persyaratan, klaim akan diberikan. Meski begitu, Niken berharap tidak ada petani yang mengalami gagal panen.

"Kalau bisa jangan sampai gagal panen agar keuntungan maksimal. Tetapi kalau sampai gagal panen, sudah ada perlindungan agar tidak merugi terlalu besar," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.