Sabtu, 06 Jun 2026 17:57 WIB

Pemkot Surabaya Siapkan Perwali Perlindungan Guru

Peringatan Hari Guru Nasional di Surabaya (foto: Pemkot Surabaya for jatimnow.com)
Peringatan Hari Guru Nasional di Surabaya (foto: Pemkot Surabaya for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemkot Surabaya berencana menyiapkan perlindungan hukum kepada para guru di Kota Pahlawan. Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Yusuf Masruh mengatakan, Perwali ini disiapkan untuk melindungi intervensi hingga kekerasan verbal yang dialami guru.

"Dispendik berencana akan mencoba mengajukan rencana Perwali Perlindungan Guru. Kita siapkan, termasuk keamanan, kenyamanan para guru," ucap Yusuf, kepada wartawan di Surabaya, Senin (25/11/2024).

Baca Juga: Catatan Kritis DPRD Surabaya di Moment HJKS ke 733

Perwali ini juga di inisiasi karena adanya fenomena guru yang takut terhadap murid di media sosial, menurut Yusuf, Dispendik Surabaya telah menyiapkan SOP proses belajar. 

SOP itu meliputi, tidak diperbolehkan menggunakan kekerasan fisik maupun verbal kepada pelajar. Apabila ada persoalan dengan pelajar di sekolah, para guru diimbau dapat diselesaikan dengan musyawarah dengan warga sekolah.

"Saat ini, belum penyusunan, mudahan-mudahan tahun depan. Saya koordinasikan dengan teman-teman OPD dan menggandeng perguruan tinggi, akademisi dan praktisi,” jelas dia.

Baca Juga: APBD Surabaya Rp12,7 Triliun, Difabel Desak Perda Perlindungan

Selain upaya perlindungan pada guru, Pemkot Surabaya juga berjanji untuk meningkatkan kesejahteraan bagi guru. Salah satunya Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

"Upaya kesejahteraan guru diawali dari tertib administrasi. Mulai dari NUPTK (Nomor Unik pendidik dan Tenaga Pendidik), jam mengajar, dan sebagainya. Ke depan kalau sudah PPG maka bisa mendapatkan TPG (Tunjangan Profesi Guru). Pemkot Surabaya juga menyiapkan tunjangan kinerja bagi guru,” jelas Yusuf.

Sementara Anggota Komisi D DPRD Surabaya bidang (Pendidikan-Kesehatan) Ajeng Wira Wati mengatakan, pihaknya mendukung adanya upaya perlindungan dan penambahan kesejahteraan terhadap guru.

Baca Juga: Cara Politisi Gerindra Surabaya Berbagi Kebahagiaan dengan Ojol Moment Idul Adha

Sebab, perhatian lebih terhadap dunia pendidikan perlu ditambah. Selain tambahan gizi dalam program makan siang gratis untuk murid, guru juga perlu asupan ide seperti pelantihan, untuk inovasi proses belajar mengajar.

"Kita akan mendukung usulan ini, kesejahteraan guru memang perlu ditambah, supaya kerjanya lebih termotivasi, muridnya juga cerdas," kata Ajeng, yang juga Ketua Fraksi Gerindra DPRD Surabaya itu.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.