Rabu, 22 Jul 2026 08:58 WIB

Pemkot Surabaya Siapkan Perwali Perlindungan Guru

Peringatan Hari Guru Nasional di Surabaya (foto: Pemkot Surabaya for jatimnow.com)
Peringatan Hari Guru Nasional di Surabaya (foto: Pemkot Surabaya for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemkot Surabaya berencana menyiapkan perlindungan hukum kepada para guru di Kota Pahlawan. Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Yusuf Masruh mengatakan, Perwali ini disiapkan untuk melindungi intervensi hingga kekerasan verbal yang dialami guru.

"Dispendik berencana akan mencoba mengajukan rencana Perwali Perlindungan Guru. Kita siapkan, termasuk keamanan, kenyamanan para guru," ucap Yusuf, kepada wartawan di Surabaya, Senin (25/11/2024).

Baca Juga: Kinerja Lurah dan Camat di Surabaya Menurut DPRD

Perwali ini juga di inisiasi karena adanya fenomena guru yang takut terhadap murid di media sosial, menurut Yusuf, Dispendik Surabaya telah menyiapkan SOP proses belajar. 

SOP itu meliputi, tidak diperbolehkan menggunakan kekerasan fisik maupun verbal kepada pelajar. Apabila ada persoalan dengan pelajar di sekolah, para guru diimbau dapat diselesaikan dengan musyawarah dengan warga sekolah.

"Saat ini, belum penyusunan, mudahan-mudahan tahun depan. Saya koordinasikan dengan teman-teman OPD dan menggandeng perguruan tinggi, akademisi dan praktisi,” jelas dia.

Baca Juga: Sengketa Tata Ruang Graha Famili Surabaya, Sorotan Mengarah ke The Nook Cafe

Selain upaya perlindungan pada guru, Pemkot Surabaya juga berjanji untuk meningkatkan kesejahteraan bagi guru. Salah satunya Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

"Upaya kesejahteraan guru diawali dari tertib administrasi. Mulai dari NUPTK (Nomor Unik pendidik dan Tenaga Pendidik), jam mengajar, dan sebagainya. Ke depan kalau sudah PPG maka bisa mendapatkan TPG (Tunjangan Profesi Guru). Pemkot Surabaya juga menyiapkan tunjangan kinerja bagi guru,” jelas Yusuf.

Sementara Anggota Komisi D DPRD Surabaya bidang (Pendidikan-Kesehatan) Ajeng Wira Wati mengatakan, pihaknya mendukung adanya upaya perlindungan dan penambahan kesejahteraan terhadap guru.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Ungkap Alasan Intens Sidak di Lapangan

Sebab, perhatian lebih terhadap dunia pendidikan perlu ditambah. Selain tambahan gizi dalam program makan siang gratis untuk murid, guru juga perlu asupan ide seperti pelantihan, untuk inovasi proses belajar mengajar.

"Kita akan mendukung usulan ini, kesejahteraan guru memang perlu ditambah, supaya kerjanya lebih termotivasi, muridnya juga cerdas," kata Ajeng, yang juga Ketua Fraksi Gerindra DPRD Surabaya itu.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.