Minggu, 07 Jun 2026 02:49 WIB

DPRD Ingin Pengembangan RS Surabaya Selatan Dipercepat

dr Akmarawita Kadir (foto: dr Akma for jatimnow.com)
dr Akmarawita Kadir (foto: dr Akma for jatimnow.com)

jatimnow.com - DPRD ingin pengembangan Rumah Sakit (RS) Surabaya Selatan dipercepat. Antrean panjang di ruang IGD sejumlah rumah sakit di Surabaya menjadi sorotan serius. Kondisi ini semakin mendesak pemerintah kota untuk segera merealisasikan pembangunan 

Seperti diketahui, rencana pembangunan RSUD Surabaya Selatan telah digaungkan beberapa waktu lalu. Rencananya, fasilitas kesehatan modern ini akan dibangun di kawasan Karangpilang. Namun, prosesnya perlu diawasi ketat agar tidak mengalami keterlambatan.

Baca Juga: Catatan Kritis DPRD Surabaya di Moment HJKS ke 733

"Antrean panjang di IGD ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan. Pasien tidak ingin dirujuk ke rumah sakit lain dan lebih memilih menunggu, meski harus berlama-lama fengan harapan segera mendapatkan kamar rawat inap" ungkap Ketua Komisi D DPRD Surabaya dr Akmarawita Kadir, Rabu (20/11/2024).

Akma menyampaikan, program Universal Health Coverage (UHC) yang diterapkan di Kota Surabaya mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Namun, di balik keberhasilan program ini, muncul tantangan baru berupa lonjakan signifikan pasien pengguna BPJS Kesehatan kelas 3 yang harus menunggu lama untuk mendapatkan kamar perawatan.

Ia mengungkapkan bahwa telah menerima banyak laporan dari masyarakat terkait sulitnya mendapatkan kamar perawatan kelas 3 di sejumlah rumah sakit umum daerah (RSUD), seperti RSUD Soewandhie dan RSUD BDH.

"UHC memang program yang sangat baik, namun kita perlu melihat lebih jauh lagi dampaknya. Lonjakan pasien BPJS kelas 3 ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang disediakan pemerintah. Namun, di sisi lain, hal ini juga menjadi beban bagi rumah sakit," imbuh dr Akma.

Sekretaris DPD Partai Golkar Surabaya itu juga menegaskan bahwa pembangunan RSUD Surabaya Selatan menjadi solusi tepat untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan adanya rumah sakit baru, diharapkan dapat meringankan beban rumah sakit yang sudah ada dan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang lebih dekat dan merata.

"Berdasarkan hal ini, saya melihat ada urgensi agar supaya pelayanan kesehatan kian dekat dan merata, tidak ada lagi antrian yang banyak di IGD RS, sehingga sangat perlu adanya penambahan rumah sakit di kota Surabaya ini, " jelasnya. 

Baca Juga: APBD Surabaya Rp12,7 Triliun, Difabel Desak Perda Perlindungan

Pihaknya memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Pemerintah Kota Surabaya yang telah memasukkan anggaran pembangunan RSUD Surabaya Selatan dalam APBD 2025. 

"Saya sangat mengapresiasi Pemerintah Kota Surabaya, sudah menggedok dalam APBD 2025 pembangunan RS Surabaya Selatan, yang nantinya akan di bangun di daerah Karangpilang," jelasnya. 

Pentingnya pengawasan terhadap proses pembangunan RSUD Surabaya Selatan agar berjalan sesuai rencana dan tidak mengalami keterlambatan. Sebab masyarakat sudah menanti-nantikan kehadiran RS ini. 

"Kita harus mengawalnya dengan baik, agar pembangunan ini dapat terlaksanan dan terwujud pada tahun 2025, dan tidak tertunda atau molor, pokoknya kita kawal pembangunan RS ini sampai beroperasi dengan standar pelayanan kesehatan yang baik," jelas Akma. 

Baca Juga: Cara Politisi Gerindra Surabaya Berbagi Kebahagiaan dengan Ojol Moment Idul Adha

Ia juga memberikan penekanan pentingnya persiapan matang dalam proses lelang pembangunan RSUD Surabaya Selatan. Menurutnya, kesiapan dokumen yang lengkap dari para peserta lelang akan sangat menentukan kelancaran proses pembangunan dan percepatan operasional rumah sakit tersebut.

"Saya berharap, nantinya para pengembang yang akan mengikuti lelang pembangunan RS Surabaya Selatan dapat mempersiapkan segala dokumen-dokumennya dengan baik. Dokumen yang lengkap dan sesuai dengan persyaratan akan memperlancar proses pemilihan pemenang lelang, dan proses-proses lainnya dalam persiapan pembangunan RS ini, " ujarnya. 

Dengan kelancaran proses lelang, Akmar optimis bahwa RSUD Surabaya Selatan dapat mulai beroperasi pada akhir tahun 2025. Hal ini sangat dinantikan oleh masyarakat Surabaya, terutama mereka yang tinggal di wilayah Surabaya Selatan.

"Jika semua proses berjalan sesuai rencana, kami optimis RSUD Surabaya Selatan dapat mulai melayani pasien pada akhir tahun 2025," tandasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.