Selasa, 28 Jul 2026 12:07 WIB

Debat Pilkada Jember, Hendy Bicara Perpanjangan Runway Bandara Notohadinegoro

  • Penulis : Sugianto
  • | Minggu, 10 Nov 2024 14:30 WIB
Paslon Hendy - Gus Firjaun dalam debat publik kedua Pilkada Jember 2024. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Paslon Hendy - Gus Firjaun dalam debat publik kedua Pilkada Jember 2024. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dalam debat kedua Pilkada Jember, Calon Bupati Hendy Siswanto menyampaikan adanya kesepakatan perpanjangan runway di Bandara Notohadinegoro Jember. 

Dimana dalam debat kedua, yang bertempat di salah satu aula hotel juga ada materi tentang pengoptimalisasian Bandara Notohadinegoro Jember, Sabtu (9/11/2024) malam.

Baca Juga: Gugatan Paslon 03 Dismissal, Pasangan Gabah Menangkan Pilbup Tulungagung

Hendy menyampaikan, selain menyelesaikan operasional dan perbaikan struktur, ia juga telah membuat berita acara terkait pembebasan lahan dengan PTPN.

"Hasil trakhir berita acara kami dengan Kepala Staf Presiden (KSP) Wantanas dan BPN, Meneg BUMN, Kemenhub, Pemprov dan Pemkab, itu sudah mencapai kesepakatan bahwa runway itu diperpanjang," katanya,

Calon petahana itu mengaku, kesepakatan tersebut tidak mudah prosesnya, Pemerintah Kabupaten Jember mengajukan proses itu mulai tahun 2022 dan tahun depan sudah selesai.

Baca Juga: MK Tolak Gugatan Paslon 01, Sugiri Sancoko-Lisdyarita Menangkan Pilbup Ponorogo

Jadi tanah milik PTPN 1 Regional V harus dibebaskan dan harus dibayar. Pemkab Jember mengusulkan lewat Pemprov Jawa Timur, untuk dianggarkan tahun 2025.

"Itu pengajuan sudah lama sekali, mulai tahun 2022. Cuma masalahnya Jember kurang kompetitif, belum banyak penumpangnya," ungkapnya. 

Karena menurut Hendy, tidak bisa hanya pengembangan Bandara hanya sebatas angan-angan, karena yang diutamakan terlebih dahulu runway yang harus diperpanjang. 

Baca Juga: KPU Jember Resmi Tetapkan Bupati dan Wabup 2025-2030, Fawait: Awal Perjuangan

Sedangkan jika ingin diperpanjang, maka bagaimana mendapatkan tanah PTPN dan itu sudah dilakukan. Karena semua itu prosesnya tidak mudah dan gampang.

"Sri Mulyani menyampaikan, tidak boleh tanah pemerintah dilepas, tanpa ada veluenya. Maka PTPN tidak serta merta memberikan saja, mereka ada prioritas bisnis atau ada uang yang masuk didalam perusahaan," tegasnya. 

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.