Senin, 27 Jul 2026 19:53 WIB

Ponorogo Masih Kekurangan Tenaga Guru

Kadindik Ponorogo, Tutut Erliana
Kadindik Ponorogo, Tutut Erliana

jatimnow.com – Dari 356 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkab Ponorogo, 48,3 persennya atau berjumlah sekitar 172 orang merupakan formasi untuk guru. Angka tersebut, dianggap masih kurang untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengajar di Ponorogo.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Ponorogo, Tutut Erliana,mengaku, saat ini Dinas Pendidikan Ponorogo (Dindik) masih sangat kekurangan tenaga pengajar di tingkat SD.

Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI Turun Gunung Bangun Infrastruktur Desa di Ponorogo

“Jumlah guru SD yang ditawarkan dalam rekrutmen CPNS 2018 dinilai jauh dari kebutuhan guru di sekolah-sekolah yang ada,” beber Tutut kepada jatimnow, Jumat (28/9/2018).

Menurutnya, dari semua SD hanya separuhnya yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Di sekolah, kadang guru PNS-nya hanya tiga atau empat orang. Bahkan ada yang dibeberapa SD yang PNS-nya hanya kepala sekolahnya saja. “Ya memang begitu. Hanya separuh saja. Selebihnya diisi honorer,” bebernya.

Kekurangan guru, lanjut ia, terjadi pada guru kelas, guru agama dan guru olah raga. Jumlah ini semakin berkurang sebab tiap bulan ada guru yang pensiun. Yang akhirnya harus diisi oleh guru GTT. Staf juga kurang maka ada PTT.

Baca Juga: Sambut 100 Tahun, Gontor Siapkan Buku Rekam Jejak dan Kontribusi Bagi Bangsa

“Total Di Ponorogo ada 3.043 orang GTT dan PTT. Mereka sangat dibutuhkan sampai saat ini,” jelasnya.

Ketika ditanya, lalu bagaimana nasib GTT bila ada guru baru hasil rekrutmen CPNS 2018? Pihaknya mengaku jika sangat dilema.

Baca Juga: Vulcan Flow Ponorogo, Tawarkan Konsep Industrial Raw dan Ragam Menu Murah

“Kalau yang bertahun-tahun mengabdi harus digantinya kasihan, tapi kalau harus digeser ya harus digeser. Dan diisikan ke sekolah-sekolah yang kosong,” pungkasnya.

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.