Minggu, 07 Jun 2026 18:48 WIB

Bendungan-bendungan Besar di Banyuwangi Dikeringkan, Lho?

  • Penulis :
  • | Rabu, 16 Okt 2024 11:18 WIB
Proses pengeringan bendungan. (Foto: Humas Pemkab Banyuwangi)
Proses pengeringan bendungan. (Foto: Humas Pemkab Banyuwangi)

jatimnow.com - Pemkab Banyuwangi melakukan pengeringan dan pengerukan sedimen sejumlah bendungan besar untuk meningkatkan kapasitas tampung air. Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan musim tanam 2024-2025.

Sejumlah bendungan yang mulai dikuras adalah Bendungan Singir atau yang lebih dikenal dengan Bendungan Blambangan yang berada di Dusun Mangunrejo, Desa Blambangan, Kecamatan Muncar. bendungan Singir merupakan salah satu bendungan besar yang mempu mengairi 1.457 hektare persawahan di wilayah Kecamatan Srono dan Muncar.

Baca Juga: Pemkab Banyuwangi Siapkan Shelter Baru untuk Warga PAS

Selain itu, pengerukan sedimen juga dilakukan di bendungan Karangdoro yang berada di Desa Karangdoro Kecamatan Tegalsari yang mampu mengairi sawah seluas 16.165 hektare di sejumlah wilayah kecamatan.

“Menguras dam (bendungan) merupakan pemeliharaan rutin untuk mengoptimalkan daya tampung air. Nanti ketika musim tanam tiba, dam akan digunakan serentak petani mengairi sawah. Maka harus dipastikan kapasitas air dalam kondisi maksimal,” kata Pj. Sekretaris Daerah Banyuwangi Guntur Priambodo dalam siaran pers, Selasa (15/10/2024).

Guntur menerangkan, menguras dilakukan dengan mengeringkan dan mengeruk sedimen yang ada di dasar berupa pasir, tanah hingga benda lain yang membuat dangkal bendungan.

“Setelah dikeruk, fungsi dan kapasitas dam akan kembali normal dan harapannya pengairan bisa berjalan lancar,” ujar Guntur.

Baca Juga: Mensos Berharap Banyuwangi jadi Pelopor Sekolah Rakyat

Ditambahkan Sekretaris Dinas PU Pengairan Reza Al Fahrobi, pengeringan Bendungan Singir atau Bendungan Blambangan dimulai Selasa (15/10/2024), hingga 15 hari ke depan. Sedangkan pengeringan Bendungan Karangdoro akan dimulai hari ini, Rabu (16/10/2024).

"Selain pengerukan, juga dilakukan pengecekan pintu air, perbaikan hingga pengecatan ulang bangunan. Dam-dam lain juga akan menyusul,” kata Reza.

Pengeringan DAM, imbuh Riza, sudah menjadi tradisi di Banyuwangi. Selain sebagai bagian dari pemeliharaan, kegiatan ini juga memberikan hiburan dan manfaat ekonomi bagi warga setempat.

Baca Juga: BPK Berikan Opini WTP untuk Pemkab Banyuwangi, Prestasi Selama 13 Tahun Berturut

Bagi warga sekitar, pengeringan bendungan ini jadi ajang berburu dan menangkap ikan yang muncul saat air menyusut.

“Momen ini juga dimanfaatkan pedagang untuk membuka lapak di sekitar dam. Keramaian warga yang berburu ikan meningkatkan peluang usaha bagi pelaku usaha kecil,” tutupnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.