Rabu, 22 Jul 2026 15:19 WIB

Program Nawa Bakti Gubernur Jatim Terpilih Direalisasikan Tahun 2019

  • Penulis :
  • | Minggu, 23 Sep 2018 19:38 WIB
Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa saat di Tulungagung
Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa saat di Tulungagung

jatimnow.com - Sejumlah program Nawa Bakti Satya yang diusung oleh Khofifah Indar Parawansa dalam Pilgub kemarin, dipastikan akan terealisasi pada tahun anggaran 2019 mendatang.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Khofifah, usai memberikan orasi ilmiah pada Silaturahmi Wali Mahasiswa Baru, di Kampus IAIN Tulungagung (23/09).

Baca Juga: Gubernur Khofifah Rotasi 6 Pejabat Pemprov Jatim, Ini Susunannya

Diantara program Gubernur Jatim terpilih ini yang akan terealisasi tahun depan adalah pemberian tunjangan pada Guru Tidak Tetap(GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) serta pendidikan gratis untuk jenjang SMA/SMK.

Kepastian pemberian tunjangan ini diperoleh setelah ia melakukan navigasi program bersama Gubernur Jatim saat ini, Soekarwo dan jajarannya.

"Saya sudah selesai koordinasi dengan Pakde Karwo dan Kepala Dinas Pendidkan, yang GTT-PTT dibawah naungan pemprov yang sudah dapat tunjangan baru 8.000 dari total 21.800 lebih. Insya Allah tahun depan semua dapat," ujarnya.

Besaran tunjangan GTT-PTT sama dengan nominal sebelumnya yakni Rp 750 ribu/bulan, namun alokasi pemberian dalam kurun waktu satu tahun ditambah menjadi 14 kali, termasuk untuk tunjangan hari raya dan tahun baru.

Selain persoalan tunjangan GTT-PTT, ia memastikan program Gratis Tuntas (TisTas) untuk SMA/SMK juga mulai diterapkan pada tahun 2019 mendatang.

Pemberlakukan sekolah gratis akan efektif berlaku mulai masa pendaftaran tahun ajaran baru 2019/2020. Hanya saja penggratisan biaya pendidikan secara total baru bisa terlaksana untuk sekolah berstatus negeri.

Baca Juga: Misi Dagang Jatim-Riau Naik 3 Kali Lipat, Transaksi Tembus Rp 1 Triliun

"Untuk swasta itukan sebetulnya indeknya sama dari APBD, kalau sama dengan yang negeri, swasta kan ada yang SPP-nya cukup prestisius jadi ya nambah," jeasnya.

Ketua umum Muslimat NU ini menambahkan, kebijakan pendidikan gratis ini dinilai seiring dengan program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RJMD) tahun kelima Soekarwo, utamanya dalam bidang sumber daya manusia (SDM).

"Nawa Bakti Satya yang sudah bisa diakomodir pada tahun 2019 yang, RPJMD Pakde 2019 kan SDM, jadi hal-hal terkait dengan itu sudah terkonfirmasi," pungkasnya.

Reporter: Wanda R Putri

Baca Juga: Pemprov Jatim Luncurkan Kamar Mewah di RSSA Malang, Dihargai Rp 1 Juta per Malam

 

 

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.