Sabtu, 06 Jun 2026 18:11 WIB

4 Sahabat Cilik Gelar Pameran Lukis di Balai Pemuda Surabaya

Suasana pameran lukis "Prisha and Friends" di Galeri Merah Putih Balai Pemuda kompleks Alun-alun Surabaya. (Foto: Dok. Sanggar DAUN for jatimnow.com).
Suasana pameran lukis "Prisha and Friends" di Galeri Merah Putih Balai Pemuda kompleks Alun-alun Surabaya. (Foto: Dok. Sanggar DAUN for jatimnow.com).

jatimnow.com - Prisha Pamungkas seniman muda berbakat asal Kota Surabaya yang masih betusia 7 tahun menggelar pameran lukis berjudul "Prisha And Friends" di Galeri Merah Putih Balai Pemuda kompleks Alun-alun Surabaya, 27 Juli - 1 Agustus 2024.

Dalam pameran kali ini, Prisha yang belajar seni lukis di Sanggar Daun berkolaborasi dengan 3 rekannya dari SD Muhammadiyah 4 (MUDIPAT) Pucang Surabaya yakni Andira Neysa Mahaeswari (usia 9 tahun), Ali Akhtar Aryasatya (usia 9 tahun) dan Alaric Virendra Setiawan (usia 12 tahun).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Kurator pameran sekaligus pendiri Sanggar Daun, Arik S. Wartono, menjelaskan ada 25 karya berbagai media dan ukuran yang dipamerkan. Karya terbesar Prisha dalam pameran ini yang berukuran 100 x 150 cm ada 2 yakni karya dengan judul "And Aliens Welcomed Too" dan "Kisah Pencurian". Kedua lukisan itu menggunakan cat akrilik di atas kanvas dengan tahun pembuatan 2024.

"Sedangkan karya terkecil ukuran 21 x 29,7 cm adalah karya Ali Akhtar Aryasatya berjudul "Mr. Crab Menjadi Besar" yang dibuat tahun 2024. Dalam karyanya ini dia menggunakan media spidol di atas kertas A4," kata Arik S. Wartono.

Pameran dibuka Kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (MUDIPAT), bapak Edy Susanto, M.PD ini berlangsung setiap hari dan terbuka untuk umum dengan jam buka 09.00 hingga 21.00 Wib.

"Pameran ini mengusung tentang gagasan persahabatan, tentang 4 anak berbakat dalam seni rupa khususnya melukis, yang bersekolah di satu sekolah yang sama, berpameran bersama tema bebas sesuai imajinasi masing-masing anak," ujar Arik.

Arik melanjutkan tentang karakter dan genre karya Prisha dan kawan-kawan dinilai masih terlalu dini untuk membuat analisa apalagi kesimpulan, meski Prisha merupakan salah satu seniman ARTJOG KIDS 2023 yang telah menggelar pameran tunggal pertamanya tahun 2023 di Galeri DAUN lantai 2 Icon Mall Gresik.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Yang perlu dicatat dalam pameran ini tentu saja bagaimana Prisha, Andira, Akhtar dan Virendra bisa saling bertukar gagasan dan sharing pengalaman melaui karya, yang saat di sekolah mereka berada dalam bimbingan Pak Beki, seorang seniman dari Gresik yang juga menjadi pengajar di SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya," ucapnya.

Prisha Pamungkas yang kini masih duduk di kelas 2 SD, menampilkan 9 lukisan tentang dunianya yang intim bersama kucing peliharaannya yang bernama Minggo dan Yonggi, dengan segenap rasa dan imajinasi yang menyertainya.

Bahkan kurator seni rupa nasional Dr. Djuli Djatiprambudi telah memberi apresiasi positif atas bakat dan kreatifitas Prisha yang sejak awal belajar bersama teman-temannya di Sanggar DAUN dan aktif berpameran bersama para seniman termasuk seniman dewasa di Jawa Timur dan Jogja.

Sementara Andira Neysa Mahaeswari (kelas 5 SD), nemampilkan 4 karya tentang dunia bawah laut dengan ikan-ikan dan terumbu karang. Goresannya cukup baik meski kurang disupport oleh media art yang memadai, jika anak ini konsisten terus berkarya maka kita masih bisa berharap untuk karya-karyanya yang jauh lebih baik.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Kemudian Ali Akhtar Aryasatya (kelas 4 SD), menampilkan 6 karya yang penuh imajinasi khas anak-anak, goresannya penuh percaya diri dengan teknik yang menawan murni anak-anak. Saat ini masih bermain-main dalam media kertas, maka layak ditunggu karya-karyanya dalam media kanvas terutama kanvas ukuran besar seperti yang telah dilakukan oleh Prisha.

Sedang Alaric Virendra Setiawan (usia 12 thn), kelas 6 SD, menampilkan 6 karya lukis kaligrafi Arab dengan media cat aktilik di atas kanvas. Di luar penilaian tentang aturan khat, karya-karyanya cukup layak diperhatikan dengan bimbingan yang lebih intensif terutama upayanya untuk meloloskan diri dari jebakan kerajinan kaligrafi (craft), kemampuan tekniknya masih bisa terus dikembangkan.

"Selamat untuk 4 seniman cilik ini, bakat mereka perlu terus mendapat perhatian dan dikawal secara baik agar bisa terus bertumbuh secara maksimal. Dan upaya kolaborasi antara Sanggar DAUN yang saat ini telah berusia 20 tahun dengan SD MUDIPAT patut diapresiasi demi terus bertumbuhnya seni rupa anak di Indonesia," pungkas Arik S Wartono.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.