Sabtu, 06 Jun 2026 20:16 WIB

Dampak Lingkungan Proyek Surabaya Waterfront Land, Sudah Dihitung?

Ketua Umum Khatulistiwa Maulana Hidayat saat mempertanyakan uji lingkungan pembangunan SWL (foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Ketua Umum Khatulistiwa Maulana Hidayat saat mempertanyakan uji lingkungan pembangunan SWL (foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - PT Granting Jaya selaku pengelola proyek Surabaya Waterfront Land (SWL) melakukan sosialisasi sekaligus memaparkan kajian dampak lingkungan yang disebabkan dari proses pembangunan.

Menghadirkan aktivis lingkungan seperti Khatulistiwa dan perwakilan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Surabaya, paparan kajian mega proyek senilai Rp72 triliun ini diuji bersama di Kenjeran Park (Kenpark).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Mayoritas aktivis lingkungan menanggapi kritis rancangan proyek dan dampak lingkungan. Mereka beranggapan eksploitasi laut Surabaya hingga 1.084 hektar itu akan menyebabkan kerusakan besar ekosistem lingkungan. Tak hanya perairan, bahkan hingga daratan.

Mimpi mengubah wajah Surabaya layaknya waterfrond seperti Singapura ditanggapi secara positif. Namun, cara untuk meminimalisir kerusakan lingkungan dalam proses pengerjaan dipastikan omong kosong.

"Jadi kalau PT Granting punya rencana pembangunan seperti itu kita fine aja. Tapi pertanyaan saya, apakah bapak sudah menganalisa bangunan-bangunan itu, hasil karbon yang sampean (anda) ciptakan ini apa sudah dihitung?" ucap Ketua Umum Khatulistiwa Maulana Hidayat, salah satu ormas yang fokus pada kelestarian lingkungan di Surabaya, Kamis (25/7/2024).

Lalak, sapaan akrab Maulana Hidayat menambahkan, SWL sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) ini ia nilai hanya matang dalam lobi-lobi politik di tingkat pusat. Namun, tak mampu bersinergi dengan pemerintah kota, ataupun stakeholder lokal Surabaya.

Pakar Tehnik Kelautan ITS Suntoyo sebagai salah satu akademisi yang melakukan kajian lingkungan laut (foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)Pakar Tehnik Kelautan ITS Suntoyo sebagai salah satu akademisi yang melakukan kajian lingkungan laut (foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Ini upaya yang baik karena dikumpulin kita, (tapi) bukan berarti itu akan goal (disetujui) karena yang menjadi patokan PT Granting adalah peratuan menteri," imbuh Lalak.

"(Sedangkan) pemerintah itu kan banyak, ada pemerintah daerah, provinsi, dan kita punya undang-undang otonom (otonomi daerah) jadi kita tenang saja," sambungnya.

Dalam uji lingkungan tersebut, PT Granting Jaya menghadirkan 4 pakar dari Institut Teknolologi Sepuluh November (ITS) Surabaya dan Universitas Brawijaya sebagai legitimasi penguat kelayakan proyek SWL.

Sementara salah satu anggota HSNI mengatakan, mayoritas nelayan takut dengan dampak lingkungan seperti banjir yang kian meninggi hingga tak memiliki lahan tangkap ikan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Harapan kami, jika sampai ini terjadi warga nelayan yang terdampak jadikan sebagai pemain. Bukan penonton," katanya.

Terpisah, salah satu pakar Tehnik Kelautan ITS Suntoyo mengatakan ketakugan-ketakutan yang sempat di umpat oleh para nelayan sangat tidak beralasan. Apalagi, PT Granting Jaya selaku pengembang telah memikirkan upaya menambah kesejahteraan nelayan mulai dari Surabaya Utara hingga Selatan.

"Saat di reklamasi pasti akan ada situasi baru. Dalam simuasi bisa menyebabkan penurunan masa air 4 Cm sampai dengan 10cm jadi kalau ada ketakutan dari sisi banjir tidak mendasar," ucap Suntoyo.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.