Rabu, 22 Jul 2026 04:27 WIB

Dampak Lingkungan Proyek Surabaya Waterfront Land, Sudah Dihitung?

Ketua Umum Khatulistiwa Maulana Hidayat saat mempertanyakan uji lingkungan pembangunan SWL (foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Ketua Umum Khatulistiwa Maulana Hidayat saat mempertanyakan uji lingkungan pembangunan SWL (foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - PT Granting Jaya selaku pengelola proyek Surabaya Waterfront Land (SWL) melakukan sosialisasi sekaligus memaparkan kajian dampak lingkungan yang disebabkan dari proses pembangunan.

Menghadirkan aktivis lingkungan seperti Khatulistiwa dan perwakilan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Surabaya, paparan kajian mega proyek senilai Rp72 triliun ini diuji bersama di Kenjeran Park (Kenpark).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Mayoritas aktivis lingkungan menanggapi kritis rancangan proyek dan dampak lingkungan. Mereka beranggapan eksploitasi laut Surabaya hingga 1.084 hektar itu akan menyebabkan kerusakan besar ekosistem lingkungan. Tak hanya perairan, bahkan hingga daratan.

Mimpi mengubah wajah Surabaya layaknya waterfrond seperti Singapura ditanggapi secara positif. Namun, cara untuk meminimalisir kerusakan lingkungan dalam proses pengerjaan dipastikan omong kosong.

"Jadi kalau PT Granting punya rencana pembangunan seperti itu kita fine aja. Tapi pertanyaan saya, apakah bapak sudah menganalisa bangunan-bangunan itu, hasil karbon yang sampean (anda) ciptakan ini apa sudah dihitung?" ucap Ketua Umum Khatulistiwa Maulana Hidayat, salah satu ormas yang fokus pada kelestarian lingkungan di Surabaya, Kamis (25/7/2024).

Lalak, sapaan akrab Maulana Hidayat menambahkan, SWL sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) ini ia nilai hanya matang dalam lobi-lobi politik di tingkat pusat. Namun, tak mampu bersinergi dengan pemerintah kota, ataupun stakeholder lokal Surabaya.

Pakar Tehnik Kelautan ITS Suntoyo sebagai salah satu akademisi yang melakukan kajian lingkungan laut (foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)Pakar Tehnik Kelautan ITS Suntoyo sebagai salah satu akademisi yang melakukan kajian lingkungan laut (foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Ini upaya yang baik karena dikumpulin kita, (tapi) bukan berarti itu akan goal (disetujui) karena yang menjadi patokan PT Granting adalah peratuan menteri," imbuh Lalak.

"(Sedangkan) pemerintah itu kan banyak, ada pemerintah daerah, provinsi, dan kita punya undang-undang otonom (otonomi daerah) jadi kita tenang saja," sambungnya.

Dalam uji lingkungan tersebut, PT Granting Jaya menghadirkan 4 pakar dari Institut Teknolologi Sepuluh November (ITS) Surabaya dan Universitas Brawijaya sebagai legitimasi penguat kelayakan proyek SWL.

Sementara salah satu anggota HSNI mengatakan, mayoritas nelayan takut dengan dampak lingkungan seperti banjir yang kian meninggi hingga tak memiliki lahan tangkap ikan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Harapan kami, jika sampai ini terjadi warga nelayan yang terdampak jadikan sebagai pemain. Bukan penonton," katanya.

Terpisah, salah satu pakar Tehnik Kelautan ITS Suntoyo mengatakan ketakugan-ketakutan yang sempat di umpat oleh para nelayan sangat tidak beralasan. Apalagi, PT Granting Jaya selaku pengembang telah memikirkan upaya menambah kesejahteraan nelayan mulai dari Surabaya Utara hingga Selatan.

"Saat di reklamasi pasti akan ada situasi baru. Dalam simuasi bisa menyebabkan penurunan masa air 4 Cm sampai dengan 10cm jadi kalau ada ketakutan dari sisi banjir tidak mendasar," ucap Suntoyo.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.