Rabu, 22 Jul 2026 09:27 WIB

Elpiji 3 Kg Langka di Bojonegoro, Harga Tembus Rp30 Ribu/Tabung

Warga Desa/Kecamatan Sukosewu, Bojonegoro saat mengantri mendapatkan LPG (dok grup facebook)
Warga Desa/Kecamatan Sukosewu, Bojonegoro saat mengantri mendapatkan LPG (dok grup facebook)

jatimnow.com - Warga di Kabupaten Bojonegoro mengeluh kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kilogram. Selain itu, warga juga mengeluh harga isi ulang gas melon itu melejit hingga Rp30 ribu per tabung.

Keluhan itu disampaikan oleh salah satu pedagang di Pasar Sumberejo, Aziz. Menurutnya, kelangkaan elpiji 3 kg sudah terjadi sekitar seminggu terakhir.

Baca Juga: Kecewa Suami Selingkuh, TKW Asal Bojonegoro Ratakan Rumah dengan Alat Berat

"Sudah hampir 1 sampai mau 2 mingguan ini LPG langka, pasokannya terbatas. Sampai harus muter-muter dari agen sampai ke toko, banyak yang kosong," ujar pedagang warung kopi, Selasa (14/5/2024).

Akibat kesulitan mendapatkan elpiji membuat Aziz sempat tidak berdagang lantaran sumber utama untuk memasak tidak ada.

"Kalau pun dapat, kemarin harganya sampai Rp30 ribu, bawa tiga tabung buat masak di warung, ya lumayan pengeluarannya. Itu pun kalau dapat, mahal nggak apa apa asal barangnya ada. Bakal tetap dibeli buat dagang," kesalnya.

Baca Juga: Dua Hari Hilang, Pencari Ikan Asal Bojonegoro Ditemukan Tewas di Bengawan Solo

Selain di Kecamatan Sumberejo, kelangkaan juga terjadi di Kecamatan Sukosewu. Antrian warga terlihat mengular saat truk pembawa tabung gas elpiji tiba pangkalan yang berada di SPBU setempat pada Senin (13/5/2024) sore.

Salah satu warga Desa/Kecamatan Sukosewu Indri mengungkapkan bahwa sampai saat ini, warga masih kesulitan untuk mendapatkan elpiji 3 kg.

"Ada, itu pun kalau di toko harganya mencapai Rp25 sampai Rp30 ribu paling mahal. Kemarin pun pas ikut antri di Pom (SPBU) jumlahnya dibatasi agar semua kebagian," ujar Indri.

Baca Juga: Hilang Saat Berenang di Bengawan Solo, Pemuda Bojonegoro Ditemukan Meninggal

Indri berharap pasokan untuk elpiji 3 kg dapat ditambah dan sehingga harga dapat kembali normal serta mudah mendapatkan gas tersebut.

"Kalau berdampak sudah pasti ya, karena memang penggunaan elpiji sudah menjadi kebutuhan sehari-hari untuk memasak, semoga segera normal. Jangan sampai seperti ini lagi," tutupnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.