Minggu, 07 Jun 2026 06:41 WIB

Pro Fauna: 3 Ribu Burung Dilindungi Diburu Setiap Musim

Pro Fauna Indonesia saat beraksi di Malang, Jumat (14/9/2018).
Pro Fauna Indonesia saat beraksi di Malang, Jumat (14/9/2018).

jatimnow.com - Pro Fauna Indonesia mencatat setidaknya ada 3 ribu ekor burung endemik yang seharusnya dilindungi oleh Peraturan Menteri (Permen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) nomor 20 tahun 2018. Namun, burung-burung itu menjadi buruan dan diperdagangkan secara ilegal.

Juru Bicara Pro Fauna Indonesia, Afrizal Abdi, menyatakan dari hasil investigasi Pro Fauna Indonesia pada November 2016, sekitar 3 ribu ekor Kakatua Putih, Kesturi Ternate, dan Nuri Bayan ditangkap dari alam saat musim buah selama 3-5 bulan di Maluku Utara.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

"Salah satu ancaman serius bagi kelestarian Kakatua dan burung dilindungi lainnya adalah perburuan dan perdagangan ilegal," ujar Afrizal Abdi.

Oleh karena itu, wacana revisi peraturan satwa dilindungi tersebut seharusnya didahului kajian ilmiah, bukan sekadar karena tekanan sekelompok masyarakat.

Baca juga: Peringati Hari Kakatua Indonesia, Pro Fauna Lakukan Ini di Malang

Menurutnya, dari hasil penelusuran di Pulau Jawa, satu ekor kakak tua raja bisa dihargai Rp 10-30 juta per ekor.

Harga ini berbeda jika dijual di Ternate, karena sekali tangkap dari warga sekitar, hanya dihargai Rp 150-200 ribu per ekor untuk Kakatua putih. Sedangkan untuk Burung Kasturi dihargai Rp 100-150 ribu per ekor.

Baca Juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang

Pihaknya juga meminta pengadilan memperberat hukuman bagi para pelaku perdagangan ilegal satwa-satwa dilindungi tersebut.

"Pedagang dan pemilik vonisnya rendah kurang dari setahun. Terakhir itu, hanya divonis 5 bulan subsider 1 bulan kurungan penjara," ujarnya.

Padahal, sebagaimana aturan setidaknya ancaman penjara 5 tahun dan denda mencapai Rp 100 juta. "Hukumannya harus diperberat sesuai dengan aturan yang ada," tutupnya.

Baca Juga: Pedagang Ayam di Malang Tega Bacok Teman, Ini Motifnya

 

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.