Senin, 27 Jul 2026 07:54 WIB

Hasil Survei April 2024 BI Malang, Indeks Keyakinan Konsumen Menguat

  • Penulis : Gerhana
  • | Rabu, 08 Mei 2024 09:42 WIB
Grafik hasil survei konsumen BI Malang. (Foto: Gerhana/jatimnow.com)
Grafik hasil survei konsumen BI Malang. (Foto: Gerhana/jatimnow.com)

jatimnow.com - Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) Malang mengindikasikan optimisme konsumen di wilayah kerjanya terhadap kondisi ekonomi meningkat pada April 2024. 

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada April 2024 tercatat sebesar 157,00, atau menguat dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu 142,92.

Baca Juga: Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Malang, Febrina mengatakan, keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap berada pada level optimis (atau indeks lebih dari 100). 

Kenaikan IKK didorong oleh membaiknya Indeks Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK).

"Indeks Ekonomi saat Ini (IKE) tercatat sebesar 147,17 meningkat dibanding bulan sebelumnya yang berada di angka 134,17," kata Febrina, Rabu (8/5/2024). 

Meningkatnya IKE didorong oleh seluruh kenaikan komponen pembentuknya, terutama pada Indeks Penghasilan Saat Ini. 

Peningkatan tersebut sejalan dengan terus meningkatnya aktivitas ekonomi yang menunjukkan geliat ekonomi masyarakat melalui peningkatan konsumsi masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri.

Sedangkan, hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mengindikasikan kinerja kegiatan dunia usaha tumbuh positif pada triwulan I 2024 meskipun termoderasi. 

Hal tersebut tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha pada triwulan I 2024 sebesar 9,97 persen, termoderasi dari 18,04 persen pada triwulan IV 2023.

"Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) merupakan salah satu survei dengan periode publikasi triwulanan yang bertujuan untuk mendapatkan informasi dini mengenai indikasi perkembangan kegiatan ekonomi di sektor riil secara triwulanan," jelasnya. 

Baca Juga: Bapak dan Anak Pengasuh Ponpes di Malang Ditangkap, Diduga Lecehkan Santriwati

Termoderasinya kinerja kegiatan dunia usaha pada triwulan I 2024 terjadi seiring perlambatan kinerja sektor Industri Pengolahan (SBT minus 4,77 persen), Konstruksi (SBT 1,51 persen) dan Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (SBT minus 0,37 persen). 

Hal ini terjadi seiring: (1) moderasi permintaan pasca festive season Natal dan Tahun Baru, (2) meningkatnya inflasi komoditas pangan, (3) faktor seasonal awal tahun terkait proses pengadaan proyek pada sektor konstruksi; serta (4) sikap wait and see investor menjelang Pemilu pada bulan Februari 2024.

"Kapasitas produksi terpakai maupun kondisi keuangan pada triwulan I 2024 menurun. Kapasitas produksi terpakai pada triwulan I 2024 tercatat sebesar 71,95 persen, relatif lebih rendah dibandingkan 77,83 persen pada triwulan IV 2023," jelasnya. 

Penurunan kapasitas produksi disebabkan oleh menurunnya kapasitas utilisasi sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan serta Industri Pengolahan. 

Sementara Saldo Bersih (SB) kondisi keuangan tercatat tetap baik sebesar 7,95 persen, meskipun sedikit lebih rendah dari triwulan sebelumnya dengan SB sebesar 11,35 persen. Menurunnya kondisi keuangan dunia usaha didorong oleh penurunan akses kredit, kondisi likuiditas maupun kondisi rentabilitas.

Baca Juga: Pemandangan Alam dan Ragam Trek Jadi Daya Tarik Selorejo Run Challenge Malang

"Pada triwulan II 2024, responden memprakirakan kegiatan usaha tumbuh dengan SBT sebesar 19,48 persen, meningkat dibandingkan SBT 9,97 persen pada triwulan I 2024," ungkapnya. 

Tumbuhnya kegiatan usaha tersebut ditopang oleh kinerja sektor Industri Pengolahan (SBT 1,25 persen), Konstruksi (SBT 7,54 persen), dan Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (SBT 0,32 persen). 

Pertumbuhan ini diprakirakan didorong oleh adanya momen libur Panjang HBKN Idul Fitri serta prakiraan membaiknya kinerja ekspor seiring dengan potensi perbaikan ekonomi mitra dagang domestik dan luar negeri.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.

Panitia Muktamar NU Mulai Susun Cetak Biru Persiapan di Tambakberas Jombang

Panitia Muktamar Ke-35 NU mulai menyusun blueprint persiapan dari akomodasi, lokasi sidang hingga pengamanan di Tambakberas, Jombang.