Kamis, 23 Jul 2026 06:56 WIB

Saat Program Ketahanan Pangan Desa Diperkuat dengan Kolaborasi Pentahelic

FGD Ketahananan Pangan yang digelar di PWI Jember. (Foto: Yuris for jatimnow.com)
FGD Ketahananan Pangan yang digelar di PWI Jember. (Foto: Yuris for jatimnow.com)

jatimnow.com - Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas) menyatakan tengah mendorong penguatan program ketahanan pangan. Khususnya yang menggunakan instrumen dana desa alias ketahanan pangan desa agar semakin terencana dan terkoordinasi antar stakeholder khususnya menggunakan skema pentahelics.

Langkah Wantanas ini dilakukan menyusul kebijakan pemerintah dengan mematok 20�na desa untuk program ketahanan pangan di 75.265 desa.

Baca Juga: BSI Gandeng SGN, Bangun Ekosistem Keuangan Syariah Industri Gula

"Pemerintah melalui Kemendes-PDTT sudah tiga tahun ini (2022-2024) telah mengalokasikan dana desa sebagai bagian program ketahanan pangan dengan mematok pagu 20% setiap desa. Pagu Dana Desa tahun 2024 sebesar Rp71 triliun, 20 �ri total tersebut berarti Rp14 triliun di 75.000 desa," kata Sekjen Wantanas Laksamana Madya Dadi Hartanto, dalam siaran resminya diterima jatimnow.com, Senin (29/4/2024).

Beberapa waktu ini, Wantanas telah melakukan sejumlah koordinasi dan kajian dalam rangka memberikan telaah kepada Presiden Republik Indonesia guna melakukan penguatan implementasi program ketahanan pangan desa.

"Sejumlah rapat koordinasi melibatkan Badan Pangan Nasional, sejumlah asosiasi perangkat desa dan beberapa akademisi guna memperkuat implementasi program dd ketahanan pangan. Kegiatan ini juga berkoordinasi dengan pihak Kementerian Desa sehingga kedepan program ketahanan pangan desa bisa menggunakan skema pelibatan lima sektor (Pentahelics)," kata alumnus SMA 1 Jember tersebut.

Baca Juga: Reforma Agraria Dinilai Penting untuk Ketahanan Pangan Nasional

Keterlibatan multi-stakeholder khususnya pentahelics, kata Dadi, akan semakin membuat kesuksesan capaian target ketahanan pangan nasional melalui desa-desa di Indonesia secara terencana sistemik, terstruktur dan masif.

Pihak pentahelics yang dimaksud adalah pemerintah, perguruan tinggi, sektor usaha (swasta dan BUMN), dunia pers, dan pemerintah desa serta warga desa.

Jika kelima pihak ini terkoordinasi secara baik, maka Wantanas memiliki keyakinan penuh bahwa program ketahanan pangan desa akan mampu mengatasi pengentasan kemiskinan ekstrim menuju kedaulatan dan kemandirian pangan.

Baca Juga: Marinir Panen 17 Ton Padi di Sidoarjo, Perkuat Pangan TNI AL

Lumbung-lumbung pangan desa akan tumbuh subur di desa-desa seluruh Indonesia, kata Dadi, mantan Jenderal Akademi TNI itu.

Langkah-langkah yang dilakukan Dadi Hartanto selaku Sekjen Wantanas ini pun diapresiasi oleh PWI Jawa Timur pada forum FGD yang didukung PWI Jember yang dimoderatori oleh Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim bersama wartawan di Jatim yang hadir.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.