Minggu, 07 Jun 2026 11:26 WIB

Saat Program Ketahanan Pangan Desa Diperkuat dengan Kolaborasi Pentahelic

FGD Ketahananan Pangan yang digelar di PWI Jember. (Foto: Yuris for jatimnow.com)
FGD Ketahananan Pangan yang digelar di PWI Jember. (Foto: Yuris for jatimnow.com)

jatimnow.com - Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas) menyatakan tengah mendorong penguatan program ketahanan pangan. Khususnya yang menggunakan instrumen dana desa alias ketahanan pangan desa agar semakin terencana dan terkoordinasi antar stakeholder khususnya menggunakan skema pentahelics.

Langkah Wantanas ini dilakukan menyusul kebijakan pemerintah dengan mematok 20�na desa untuk program ketahanan pangan di 75.265 desa.

Baca Juga: Reforma Agraria Dinilai Penting untuk Ketahanan Pangan Nasional

"Pemerintah melalui Kemendes-PDTT sudah tiga tahun ini (2022-2024) telah mengalokasikan dana desa sebagai bagian program ketahanan pangan dengan mematok pagu 20% setiap desa. Pagu Dana Desa tahun 2024 sebesar Rp71 triliun, 20 �ri total tersebut berarti Rp14 triliun di 75.000 desa," kata Sekjen Wantanas Laksamana Madya Dadi Hartanto, dalam siaran resminya diterima jatimnow.com, Senin (29/4/2024).

Beberapa waktu ini, Wantanas telah melakukan sejumlah koordinasi dan kajian dalam rangka memberikan telaah kepada Presiden Republik Indonesia guna melakukan penguatan implementasi program ketahanan pangan desa.

"Sejumlah rapat koordinasi melibatkan Badan Pangan Nasional, sejumlah asosiasi perangkat desa dan beberapa akademisi guna memperkuat implementasi program dd ketahanan pangan. Kegiatan ini juga berkoordinasi dengan pihak Kementerian Desa sehingga kedepan program ketahanan pangan desa bisa menggunakan skema pelibatan lima sektor (Pentahelics)," kata alumnus SMA 1 Jember tersebut.

Baca Juga: Marinir Panen 17 Ton Padi di Sidoarjo, Perkuat Pangan TNI AL

Keterlibatan multi-stakeholder khususnya pentahelics, kata Dadi, akan semakin membuat kesuksesan capaian target ketahanan pangan nasional melalui desa-desa di Indonesia secara terencana sistemik, terstruktur dan masif.

Pihak pentahelics yang dimaksud adalah pemerintah, perguruan tinggi, sektor usaha (swasta dan BUMN), dunia pers, dan pemerintah desa serta warga desa.

Jika kelima pihak ini terkoordinasi secara baik, maka Wantanas memiliki keyakinan penuh bahwa program ketahanan pangan desa akan mampu mengatasi pengentasan kemiskinan ekstrim menuju kedaulatan dan kemandirian pangan.

Baca Juga: BRI Salurkan Bibit di Surabaya, Dorong Urban Farming Warga

Lumbung-lumbung pangan desa akan tumbuh subur di desa-desa seluruh Indonesia, kata Dadi, mantan Jenderal Akademi TNI itu.

Langkah-langkah yang dilakukan Dadi Hartanto selaku Sekjen Wantanas ini pun diapresiasi oleh PWI Jawa Timur pada forum FGD yang didukung PWI Jember yang dimoderatori oleh Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim bersama wartawan di Jatim yang hadir.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.