Minggu, 26 Jul 2026 16:47 WIB

Di Banyuwangi, Prabowo Bicara Pendidikan hingga Piala Dunia

Prabowo saat sambutan di PP Darussalam Blokagung Banyuwangi.
Prabowo saat sambutan di PP Darussalam Blokagung Banyuwangi.

jatimnow.com – Capres Prabowo Subianto mengunjungi Pondok Pesantren (PP) Darussalam Blokagung Banyuwangi, Senin (10/9/2018).

Dalam lawatannya ke Banyuwangi itu, ia diberi kesempatan untuk menyampaikan gagasannya di hadapan 6 ribu orang yang terdiri dari santri laki-laki dan perempuan serta mahasiswa Institut Agama Islam Darussalam (IAIDA) dan para guru.

Baca Juga: Tari Jaripah Banyuwangi Sambut Hangat Peserta Media Gathering Pertamina 2026

Pada kesempatan itu, Prabowo mengatakan bahwa sebagai bangsa yang besar, dirinya mengajak untuk mempersiapkan diri dalam menguasai berbagai bidang.

Mulai di bidang olahraga, pendidikan hingga keikutsertaan Indonesia dalam ajang internasional, yakni gelaran Piala Dunia.

"Sebenarnya kita ini mampu. Karena kalau dibandingkan luas negara kita ini sama dengan gabungan di negara-negara Eropa. Betul tidak," kata Prabowo disambut teriakan "betul..." oleh ribuan santri dan pelajar.

Namun, saat Prabowo menyatakan bahwa pemenang Piala Dunia 2018 adalah Kroasia, para santri dan pelajar “menyalahkan” ucapan Prabowo.

"Perancis pak yang juara," teriak mereka yang disahuti permohonan maaf oleh Prabowo. "Oh iya maaf saya salah. Saya minta maaf," ujarnya yang diikuti tepuk tangan dari ribuan santri dan pelajar itu.

Baca juga: Ribuan Santri Blokagung di Banyuwangi Sambut Prabowo dengan Selawat

Setelah itu, Prabowo mengaku bahwa selama pagelaran sepak bola terbesar di dunia itu, ia tidak mengikuti dari awal penyelenggaraan.

Baca Juga: PTPN I Jelaskan Kronologi Penanganan Kebakaran di Kebun Kampe Banyuwangi

"Saya tidak mengikuti ajang itu, karena Indonesia tidak ikut. Apa kalian yakin Indonesia bisa ikut Piala Dunia," tanya dia kepada santri dan pelajar. Secara bersama-sama, mereka pun menjawab yakin.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga berbicara tentang pentingnya menguasai berbagai disiplin keilmuan. Karena menurutnya, bangsa yang unggul adalah mereka yang ahli ilmu eksak seperti Fisika, Matematika, komputer, dan teknik engineering.

"Saya percaya adik-adik di sini meskipun berada di daerah pelosok, jangan minder. Tadi saat di belakang (pondok putri) ada santriwati yang fasih Bahasa Inggris, saya salut," paparnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengasuh PP Darussalam KH Ahmad Hisyam Syafaat mengatakan, bahwa kedatangan Prabowo yang merupakan Calon Presiden tersebut dalam rangka silaturahmi.

"Tadi Pak Prabowo nanya daerah ini namanya kok Blokagung ada apa? Saya jawab di sini ini sumbernya ilmu," paparnya seraya tersenyum.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Kiai Hisyam juga menyebut bahwa jumlah santri di pondoknya di tahun ini mencapai 6 ribu santri. Dari jumlah tersebut, datang dari Sabang sampai Merauke.

"Jumlah santri kami 6 ribuan, dari Sabang sampai Merauke. Yang dari Lampung sampai Aceh ada 800 orang, banyak. Pak Prabowo ke sini ini sama dengan ke Indonesia mini, karena dari mana-mana di sini ada," beber Kiai Hisyam.

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.