Minggu, 14 Jun 2026 07:47 WIB

Soal Pilwali Surabaya, Gerindra Sudah Kantongi Nama Calon Wali Kota

Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya BF Sutadi
Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya BF Sutadi

jatimnow.com - Bicara tentang pemilihan Wali Kota Surabaya pada tahun 2020 mendatang, Partai Gerindra (PG) sudah memiliki strategi. Diam-diam, partai dengan lambang burung garuda ini bahkan sudah mengantongi nama calon wali kotanya sendiri.

Ketua DPC Gerindra Kota Surabaya BF Sutadi mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih mempersiapkan calon-calon saksi dan memastikan para caleg melakukan kegiatan yang bisa memperoleh suara sesuai dengan target.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Setidaknya, 15 kursi di DPRD Surabaya ditargetkan untuk diraih oleh partai besutan Prabowo tersebut.

"Petunjuk dari DPP, kita masih konsentrasi dengan kursi (legislatif). Hari ini sedang konsen kesitu," ujar BF Sutadi ketika dihubungi jatimnow.com, Senin (10/9/2018).

Sutadi mengatakan, sudah menyiapkan tokoh untuk Pilwali. Namun ia tidak bisa membeberkan saat ini, karena hal tersebut harus dikomunikasikan terlebih dahulu.

Semua akan dilihatnya dari hasil Pileg dan Pilpres Partai Gerindra, apalagi bila bisa sampai mendapatkan 15 kursi.

"Insyaallah ada, tapi yang bersangkutan belum dihubungi, nggak boleh. Waktu juga masih panjang nanti malah tidak bagus," terangnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Terkait Cawali dan Cawawali dari internal Partai Gerindra, Sutadi mengungkapkan jika keduanya sangat mungkin terjadi karena internal tidak hanya dari Surabaya, melainkan bisa dari Jatim dan nasional.

Sementara itu, kriteria Cawali yang pas dari Partai Gerindra menurut Sutadi adalah harus paham dengan kondisi Kota Surabaya.

Tidak hanya cukup kemampuan manajerial, tapi harus paham, memiliki visi Surabaya sebagai kota metropolitan dan paham standar internasional.

"Surabaya sebagai ibu kota provinsi juga kota terbesar kedua di Indonesia. Dan Surabaya juga sudah secara internasional menjadi bagian kota besar yang cukup dikenal. Kalau wali kota tentu harus punya standar seperti itu, bukan hanya standar pemikiran lokal," tuturnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Tetapi, lanjut Sutadi, yang lebih penting sehebat apapun wali kotanya, prestasinya, Wali Kota dari Partai Gerindra harus mampu mengurangi angka kemiskinan yang signifikan. Mampu mensejahterakan rakyatnya.

"Kota ini belum maju kalau angka kemiskinan masih besar. Semisal mau membangun kota ini dengan dana APBD Surabaya yang diatas Rp 10 Triliun, cuma bagaimana politik anggaran itu menurunkan angka kemiskinan, mengurangi pengangguran, itu lebih penting," tandasnya.

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Imigrasi Surabaya Sebar 400 Akun APOA untuk Awasi Orang Asing

Imigrasi Surabaya memperkuat pengawasan orang asing melalui APOA dengan 400 akun aktif dan melibatkan hotel, kampus, hingga perusahaan.