Minggu, 14 Jun 2026 03:48 WIB

Kisah 2 Bocah Kecil Susuri Jalan Kota Probolinggo Berjualan Kerupuk

Kakak beradik Alfino Dwi Pratama (9) dan Alfian Eka Pratama (13) saat berjualan kerupuk. (Foto: Mahfud Hidayatullah/jatimnow.com) .
Kakak beradik Alfino Dwi Pratama (9) dan Alfian Eka Pratama (13) saat berjualan kerupuk. (Foto: Mahfud Hidayatullah/jatimnow.com) .

jatimnow.com - Ibarat lirik lagu karya Iwan Fals tentang bocah kecil yang harus berjuang mencari nafkah, demikian kisah dua bocah kakak beradik di Probolinggo ini. Kegiigihan dan semangat untuk membantu kedua orang tuanya, terlihat dari wajah kakak beradik Alfino Dwi Pratama (9) dan Alfian Eka Pratama (13).

Alfino, adik dari Alfian. Dua bersaudara ini sama-sama duduk di bangku kelas sekolah dasar SDN Sukabumi 7 Kota Probolinggo.

Baca Juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026

"Alfino masih kelas 2 dan saya kelas 6 SD," kata Alfian, Kamis (29/2/2024).

Dengan puluhan renteng kemasan kerupuk dalam genggaman tangan mereka, keduanya rela menyusuri trotoar, pusat tongkorongan dan pusat keramaian dengan berjalan kaki menawarkan dagangannya tanpa rasa malu.

"Saya berjualan kerupuk berdua sama adik berjalan kaki setiap harinya," kata Alfian.

Setiap harinya, Alfian dan Alfino mulai melakukan aktifitasnya dimulai sejak pukul 17.00 wib sampai dengan pukul 21.00.

"Setiap hari saya keliling kota mulai dari Alun-Alun kota sampai dengan Stadion Bayuangga," ujarnya.

Dalam seharinya, keduanya membawa krupuk dagangannya sebanyak 50 renteng kemasan plastik.

Baca Juga: Terima SK, DPC PPP Kota Probolinggo Pasang Target Raih Lima Kursi DPRD

"Satu rentengnya isi 10 bungkus harganya Rp 5000. Kadang ya laku semua kadang ada sisa tergantung rezeki," tegasnya.

"Krupuk yg saya jual memang produksi sendiri. Ibu yg menggoreng. Bapak, adik dan saya yang menjualnya," ujarnya.

Keduanya merupakan putra pasangan dari Nining Agustin dan Sofianto, warga Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Ia mengaku, berjualan bersama adiknya itu sama sekali tidak mengganggu jam sekolahnya.

"Kalau sekolah pagi dan jualan saya sore sampai malem aja," tandasnya.

Baca Juga: Puluhan Pejabat Pemkot Probolinggo Dimutasi, Ini Harapan Wali Kota

Salah satu warga Lukman Hakim mengaku, 2 bocah penjual kerupuk tersebut kerap kali ia jumpai saat nongkrong diangkringan di sekitar Stadion Bayuangga.

"Saya kagum dengan jiwa keduanya, ulet dan semangat bekerja, jika bertemu saya selalu membeli dagangannya," tegasnya.

 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.