Kapolres Lamongan Perkuat Peran Wartawan, Antisipasi Meluasnya Berita Hoax
- Penulis : Adyad Ammy Iffansah
- | Senin, 26 Feb 2024 14:22 WIB
jatimnow.com - Maraknya disinformasi dan berita hoax membuat masyarakat resah. Menyikapi hal tersebut, Polres Lamongan mengambil langkah khusus dengan memperkuat peran wartawan.
Kapolres Lamongan, AKBP Bobby A. Candra Putra mengungkapkan, pihaknya berkomitmen menciptakan kondusifitas masyarakat, utamanya dalam konsumsi informasi.
Baca Juga: Pastikan Kesehatan Hewan Kurban, Disnakeswan Lamongan Sidak Lapak di Pinggir Jalan
Menurutnya, peran media mainstream saat ini sangat penting untuk melawan dan meluruskan narasi informasi kontraproduktif yang berkembang melalui media sosial.
"Ke depan, kami (Polres Lamongan) ingin ada skema pemberitaan dari media mainstream agar konsumsi informasi tetap produktif dan tidak sebaliknya, yakni kontraproduktif," katanya saat kegiatan Ngopi Bareng awak media, Senin (26/2/2024).
Kapolres yang baru 3 bulan bertugas di Lamongan ini mengaku, siap melakukan pembinaan kepada pelaku media sosial. Ia berkomitmen menjernihkan informasi melalui kekuatan media mainstream.
"Semua masukan akan jadi catatan khusus buat langkah kami. Nanti supaya ada pembinaan agar akurasi informasinya tepat," ujar Kapolres.
Baca Juga: Dalam Tiga Bulan, Polres Lamongan Ciduk 40 Pengedar Narkotika
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga menyatakan siap untuk menerima kritikan dari unsur media mainstream.
"Selama itu untuk kebaikan, saya terbuka. Tapi saya dibantu apabila ada satu dua hal yang membuat warga resah, mohon dibantu dinetralisir," urainya
Sementara itu, wartawan yang bertugas di Lamongan, Hari Saktiono mengaku cukup resah dengan informasi tumpul yang disajikan dan disebarluaskan melalui media sosial.
Baca Juga: Pria Asal Gresik Ajak Anak dan Istri Curi Pompa Air di Lamongan
Wartawan tersebut menyarankan agar Polres Lamongan lebih selektif menyebarluaskan informasi. Apalagi, menurutnya, yang berkaitan pada kondusifitas masyarakat.
"Contoh laka lantas, banyak sekali kami temui laporan kejadian tersebar di media sosial. Tidak dicernah dan melalui proses analisis kemudian di share langsung, bahayanya masyarakat mudah terpancing dan jadi berita hoax," bebernya.
Editor : Endang Pergiwati