Minggu, 07 Jun 2026 03:32 WIB

Ketua Muslimat Serukan Semua Pihak Cegah Bullying

Khofifah Indar Parawansa. (Foto: TKD Jatim)
Khofifah Indar Parawansa. (Foto: TKD Jatim)

jatimnow.com - Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen untuk meningkatkan kepedulian dan bersama sama mencegah perundungan atau bullying.

hofifah merasa perlu untuk mengajak seluruh masyarakat Indonesia agar meningkatkan kepekaan dan kepedulian sosial untuk mencegah perundungan. Terutama perundungan pada anak.

Baca Juga: Jadwal WFH ASN Pemprov Diubah Jumat, Apa Kabar Pelayanan Publik?

"Di Indonesia aksi perundungan masih sering terjadi. Di sekolah, masih banyak ditemukan kasus bullying dan bahkan sampai berdampak fatal pada korban. Hal ini harus menjadi perhatian kita bersama," tegasnya, dalam siaran pers, Jumat (23/2/2024).

Biasanya perundungan tidak hanya dilakukan oleh satu orang saja. Melainkan beberapa orang. Oleh sebab itu, kepekaan dan awareness tentang bullying harus diedukasi pada anak dan lingkungan secara masif.

Langkah awal dalam mencegah perundungan menurut Khofifah adalah anak-anak di sekolah, di lingkungan tempat tinggal, harus mengerti apa-apa yang masuk dalam kategori bullying. Baru setelah paham jenis-jenis perundungan, maka larangan dan kepekaan bisa mulai diajarkan.

Baca Juga: Jenis dan Bobot Sapi Kurban Orang Nomor 1 di Jatim

"Misalnya jangan sampai melakukan perundungan. Dan jika melihat ada teman atau orang dekat yang dibully maka harus dilakukan pencegahan dan segera dilaporkan pada guru atau orang dewasa. Jangan sampai perundungan dibiarkan berlarut-larut. Karena akan merusak mental dan kesehatan anak," tegasnya

Begitupun bagi korban bullying. Ditegaskan Khofifah, anak-anak yang menerima bully sering kali tidak berani untuk speak up. Banyak kasus yang terjadi, korban bully diancam untuk tidak melapor dan seterusnya.

Menurut Khofifah rantai ini harus diputus. Dimana setiap anak yang menerima bully harus berani melapor. Minimal pada orang tua dan juga guru di sekolah. Hal ini sangat penting untuk mencegah hal-hal fatal yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Bersama Mbak Vinanda Salurkan Bansos Rp1,819 M di Kota Kediri

Sebab sebagaimana diketahui bahwa dampak kasus bullying yang pernah terjadi cukup fatal. Ada yang sampai membuat anak tidak mau sekolah, ada juga korban yang mengalami kekerasan fisik hingga mengalami kecacatan. Beberapa waktu lalu juga ada kasus bullying yang sampai menimbulkan korban meninggal dunia.

"Betapa bullying tidak bisa dianggap sepele. Bullying yang berat dan berakibat fatal pasti diawali dengan bullying skala kecil. Maka sejak awal bullying harus cepat dideteksi dan dicegah. Ini sangat penting demi menyelamatkan masa depan anak," tegas Khofifah.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.