Selasa, 09 Jun 2026 23:26 WIB

Memanfaatkan Kulit Kopi Menjadi Pupuk Organik

  • Penulis :
  • | Jumat, 07 Sep 2018 08:55 WIB
Pegawai perkebunan Kali Selogiri menunjukkan pupuk Kascing
Pegawai perkebunan Kali Selogiri menunjukkan pupuk Kascing

jatimnow.com – Sebagai daerah penghasil kopi, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga berupaya meningkatkan produktivitas tanaman kopi, yakni menjadikan kulit kopi sebagai pupuk organik.

Kepala Dinas Pertanian melalui Kasi Perkebunan dan Hortikultura Yayan mengatakan, untuk meningkatkan produktivitas pertanian yang berkelanjutan pihaknya menggandeng petani kopi atau pengelola perkebunan.

Baca Juga: Mahasiswa Thailand Belajar SDGs dan Ekonomi Sirkular di Desa Suci Jember

Seperti PTPN XII Kali Selogiri yang inten untuk memanfaatkan kulit kopi menjadi campuran pupuk organik yang dapat meningkatkan kesuburan tanah.

"Kami disini hanya memberikan pendampingan. Seperti yang dilakukan oleh PTPN Kali Selogiri yang berhasil mengembangkan pupuk Kascing dan pupuk Bocasi," papar Yayan usai meninjau proses pembuatan pupuk organik di Perkebunan Kali Selogiri, Kecamatan Kalipuro Banyuwangi, Jumat (7/9/2018).

Sementara Manager PTPN XII Benny Hendricrianto mengaku bahwa penggunaan pupuk Kascing dan Bocasi dinilainya ampuh meningkatkan kesuburan tanah.

Untuk pembuatannya, kulit kopi yang sudah dipisahkan dari bijinya di proses (dekomposisi) terlebih dahulu untuk menurunkan rasio karbon terhadap nitrogen (C/N) sebelum menjadi pupuk organik yang disebut dengan pupuk Bocasi.

Setelah itu dicampur dengan pupuk kandang, kolase, dan EM4 yang didiamkan selama dua minggu.

"Setelah melalui proses dekomposisi untuk menurunkan unsur C/N pupuk tersebut kita aplikasikan ke tanah," ujar Benny.

Selain itu, kata Benny, di perkebunan yang telah ada tahun 1921 ini juga mengembangkan pupuk organik yang berasal dari kotoran cacing. Dan dinamainya pupuk Kascing (bekas cacing).

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Bahan baku pembuatnya dari campuran pupuk kandang limbah ternak yang dicampur dengan cacing jenis lumbricus rubellus.

Komposisinya, jelas Benny, setiap 15 kg pupuk kandang basah disajikan sebagai pakan cacing sebanyak 200 gram.

"Setelah dua minggu akan menghasilkan 7,5 kilogram pupuk Kascing yang siap digunakan," terangnya.

Setidaknya, hingga saat ini di Perkebunan Kali Selogiri terdapat 14 pondok pembuatan pupuk kascing. Setiap pondok mampu memproses 600 karung pupuk kandang dengan berat masing-masing karung 15 kg.

Baca Juga: Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya

"Jadi setiap harinya satu pondok mampu menghasilkan hingga 4,5 ton pupuk Kascing. Untuk cacingnya bisa dipindahkan ke pupuk kandang yang baru," ujarnya.

Reporter: Hafiluddin Ahmad
Editor: Erwin Yohanes

 

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.