Sabtu, 06 Jun 2026 18:31 WIB

Bantah UKM Dolly Fiktif, Risma: Suruh Bilang ke Saya!

  • Penulis :
  • | Kamis, 06 Sep 2018 19:37 WIB
Wali Kota Risma saat di Command Center 112.
Wali Kota Risma saat di Command Center 112.

jatimnow.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini buka suara terkait konflik yang terjadi antara warga eks lokalisasi Dolly yang merasa tidak adil dan merasa dirampas hak ekonominya.

Wali Kota Risma pun membantah isu yang mengatakan jika UKM di Dolly adalah fiktif dan hanya dipamerkan saat ada kunjungan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Bahkan, ia mengatakan jika UKM yang ada di Dolly seperti di Wisma Barbara sudah mendapatkan pesanan 10 ribu sandal. "Kok bisa fiktif, ya orang itu suruh bilang ke saya,” tegasnya.

Risma juga menjelaskan bahwa UKM itu pinjam uang kemarinnya, karena ada pesanan 10 ribu sandal dan mereka tidak punya modal.

“Kalau ada apa-apa mesti cerita ke Bu Wiwiek, itu real, itu nggak fiktif. Ini loh silahkan tanya Mbak Atik sendiri yang ngelola di sana. Kalau benar ngapain demo juga, kalau bohong buat apa juga. Gusti Allah tahu siapa yang bohong dan siapa yang benar," pungkasnya.

Selain itu, Risma menjelaskan penutupan Dolly itu sudah semestinya dilakukan. Sebab, daerah tersebut pemukimannya berhimpitan dan mengganggu kenyamanan warga setempat.

"Di sana kan pemukiman padat, kalau ada aktivitas seperti itu, ya tentunya mengganggu warga. Apalagi anak-anak, makanya zoning itu juga penting. Karena itu pasti akan mempengaruhi perilaku anak-anak, mungkin secara nggak sadar sebenarnya mereka sudah terpengaruhi," ujar Risma ketika ditemui di Gedung Siola, Kamis (6/9/2018).

Ia menceritakan bahwa sampai saat ini masih menyelesaikan anak-anak Dolly yang memiliki permasalahan terkait dengan psikologis, mereka akibat dampak dari tempat lokalisasi yang ada di Jarak-Dolly ini.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Menurut Risma, hal ini harus diselesaikan, karena jika tidak dampaknya akan ke adik-adiknya dan teman-temannya.

"Jadi, semua saya mohon jangan demi kita pribadi, kemudian kita menghancurkan masa depan orang lain. Ini yang saya rela pada waktu itu, saya pertaruhkan nyawa saya. Kalau saya nggak lakukan nanti dampaknya ke anak lain. Ini sudah pilihan karena dampaknya juga cukup besar ke anak-anak," tegasnya.

Risma melanjutkan, anak-anak yang bermasalah dengan psikologisnya sudah didatangkan para psikolog, namun karena sudah tergolong addict, akhirnya menggunakan obat.

"Ini nggak mudah, karena mereka sudah addict, jadi harus pakai obat dari psikiater," pungkasnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan


Reporter: Arry Saputra
Editor: Arif Ardianto

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.