Sabtu, 06 Jun 2026 13:40 WIB

Disbun Jatim Fokus Kembangkan Inovasi Tingkatkan Produksi Komoditi Perkebunan di 2024

Kepala Disbun Jatim Heru Suseno saat memberi pengarahan dalam Rapat Sinkronisasi dan Koordinasi Kegiatan Pembangunan Perkebunan di Kota Batu (Foto: Disbun Jatim for jatimnow.com)
Kepala Disbun Jatim Heru Suseno saat memberi pengarahan dalam Rapat Sinkronisasi dan Koordinasi Kegiatan Pembangunan Perkebunan di Kota Batu (Foto: Disbun Jatim for jatimnow.com)

jatimnow.com - Tahun 2024 akan menjadi fokus inovasi Dinas Perekebunan (Disbun) Jawa Timur (Jatim). Inovasi kali ini berupa peningkatan produktifitas petani dalam upaya menambah hasil komuditas perkebunan.

Kepala Disbun Jatim Heru Suseno, pihaknya akan meningkatkan tanaman yang bersifat tahunan. Seperti kakao dan kopi. Pernyataan itu ia sampaikan saat Rapat Sinkronisasi dan Koordinasi Kegiatan Pembangunan Perkebunan di Kota Batu.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

"Kemudian tanaman semusim seperti Seperti tebu dan tembakau polanya juga sama, nanti fokus kita bagaimana pola kita membina petani kita untuk meningkatkan produksinya,” katanya dalam siaran resminya, Jumat (19/1/2024).

Heru menambahkan, pihaknya akan melakukan sinkronisasi dengan kabupaten/kota untuk membahas kendala dan masalah yang menghambat proses produksi untuk ditindaklanjuti, agar produksi perkebunan di Jatim pada tahun 2024 mendatang bisa meningkat.

"Kita mencoba membahas dan menyinkronkan berbagai kegiatan kita dengan kabupaten/kota untuk tahun 2024. Gambaran-gambaran tahun 2023 untuk produksi perkebunan untuk tebu, tembakau, kopi dan kakao kita sampaikan,” imbuh PJ Bupati Tulungagung itu.

Pihaknya menentukan skala priotas dalam program pembangunan perkebunan yang ada di Jawa Timur. Diantaranya inovasi terkait tembakau, inovasi penanganan hama dan penyakit dan bagaimana bisa mencipatakan generasi muda agar tertarik dalam bidang perkebunan.

"Skala prioritas kita kembangkan inovasi terkait dengan tembakau, kemudian inovasi penanganan hama dan penyakit, bagaimana inovasi menarik petani muda supaya tertarik dalam bertani,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga akan memberikan bantuan bibit bersertifikasi kepada para petani di Jawa Timur. Diantaranya adalah bibit tebu, kakao, kopi dan tembakau. Agar hasil perkebunan yang dihasilkan bisa meningkat.

"Yang pertama harus kita sadarkan kepada petani adalah kalau mereka mengguakan pembelian bibit bersertifikat dan unggul maka hasilnya akan bagus. Memang harganya beda, karena itu kalau ada intervensi dari pemerintah. Kita akan support benih-benih unggulnya di empat komoditi tersebut,” tegasnya.

Dalam paparannya kepada para kepala dinas kabupaten/kota yang menangani perkebunan di Jatim, Heru mengakui bahwa beberapa produksi perkebunan seperti kopi, kakao dan tebu menurun.

Kondisi itu disebabkan beberapa faktor seperti karena cuaca, penurunan luasan lahan dan adanya hama tanaman. Meski demikian, kata Heru, kenaikan produksi tembakau di Jatim pada tahun 2023 cukup menggembirakan.

Baca Juga: Optimis Menanam, Petani Bondowoso Minta Perlindungan Regulasi Tembakau

Karena itu, Heru meminta agar semua pihak berkoordinasi untuk mengatasi hama dan penyakit, agar produksi komiditi perkebunan seperti tembakau, tebu, kopi dan kakao bisa meningkat.

"Inilah yang menjadi konsen kita satu tahun kedepan bahwa kita dihadapkan pada kendala yang kita hadapi bersama,” jelasnya.

Heru juga menambahkan, dari luas lahan perkebunan di Jatim, hanya 9 persen yang dikelola negara dan 5 persen yang dikelola pihak swasta. Sebagaian besar dimiliki oleh masyarakat pekebun.

Oleh karena itu, ia minta agar dilakukan koordinasi yang kontinu, untuk membina perkebunan milik rakyat di Jatim, agar hasil produksi bisa meningkat.

"Yang paling dominan (adalah) perkebunan rakyat, bahwa tugas kita membina para pekebun. Perkebunan sebagian besar milik rakyat, baik tebu, coklat, tembakau, kopi dan nilam. Semua didominasi rakyat,” tegasnya.

"Kita ingin pemerintah mensupport berbagai kebutuhan dari petani mulai pupuk, benih tetapi ada keterbatasan anggaran. Apalagi jika terkait dengan urusan benih bersertifikat yang mahal harganya. Oleh karena itu, Pemerintah pusat mengupayakan benih murah berkualitas supaya bisa meningkatkan produksi petani,” tegasnya.

Baca Juga: Kolaka Utara Bidik Investor Kakao dan Kelapa di Forum Investasi 2026

Ada empat komoditas utama dari perkebunan yang ada di Jawa Timur, yakni tebu, tembakau, kakao dan kopi.

Pada tahun 2023, produksi tanaman tebu, kakao dan kopi di Jatim agak menurun karena adanya wabah El Nino yang menyebabkan cuaca panas. 

Meski demikian, untuk tanaman tembakau, mengalami kenaikan produksi yang cukup signifikan. Dia berharap pada tahun 2024 produksi tebu, kakao, kopi dan tembakau di Jatim bisa terus meningkat.

Heru menambahkan, produksi tebu pada tahun 2023 masih tertinggi, Kontribusi gula di Jatim pada tahun 2023 sendiri mencapai 49,6 persen atau 1.126.000 ton.

"El Nino memang sangat merepotkan dan membuat produksi turun. Tetapi kita masih tertinggi di Indonesia,” tandasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.