Rabu, 22 Jul 2026 05:01 WIB

Baliho Caleg Berbahasa Daerah di Bangkalan, Lebih Dekat dengan Pemilih

Baliho caleg berbahasa daerah. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Baliho caleg berbahasa daerah. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Baliho para peserta pemilu banyak bertebaran di Bangkalan. Uniknya, terdapat sejumlah baliho menggunakan bahasa daerah untuk menciptakan pendekatan pada masyarakat.

Salah satu contohnya, yakni baliho yang bergambar salah satu calon legislatif DPR RI, Syafiuddin yang terpasang di sejumlah titik di Bangkalan. Dalam baliho tersebut, sengaja dituliskan peribahasa Madura, yakni Song Osong Lombhung (gotong royong), yang menjadi slogan Syafiuddin.

Baca Juga: Lita Machfud Arifin Beri Kursi Roda Elektrik dan Jamin Pendidikan Nabil hingga Dewasa

Selain itu, juga terdapat baliho bergambar Prabowo Subianto dengan membubuhkan tulisan Wayahe Prabowo (waktunya Prabowo).

Ada pula baliho dengan gambar Anis Baswedan dan Cak Imin dengan slogan 'Am1n Beih (Am1n saja).

Dosen Komunikasi Politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim mengatakan penggunaan bahasa daerah merupakan strategi komunikasi politik untuk mendapatkan kedekatan (proximity) kepada pemilih di tingkat lokal.

Baca Juga: Pemerintah Tempatkan Lagi Rp281 T di Bank demi Jaga Likuiditas dan Pertumbuhan Kredit

"Saya pikir itu juga akan membangun dan menguatkan feel atau rasa, identifikasi diri dengan masyarakat setempat," ujarnya, Minggu (7/1).

Ia juga mengatakan, selain untuk membangun kedekatan, penggunaan bahasa daerah didalam baliho kampanye juga dalam rangka membumikan pesan komunikasi politik.

"Sejauh bisa dikemas dan didesain dengan baik biasanya akan bisa lebih efektif jika dibandingkan dengan pesan sejenis," imbuhnya.

Baca Juga: Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Meski begitu, menurutnya penggunaan bahasa daerah dalam baliho juga perlu kehati-hatian. Sebab, penggunaan bahasa lokal memiliki kedekatan dengan adat dan keyakinan masyarakat.

"Jangan sampai bertentangan dengan adat, keyakinan dan kebiasaan yang berlaku pada masyarakat setempat sehingga pesan politik akan menjadi kontraproduktif," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.