Rabu, 22 Jul 2026 07:40 WIB

Atap 2 Kelas SDN Ngadiluwih Bojonegoro Ambruk, Dinas Pendidikan Slow Respons?

Kondisi atap ruangan kelas 6 SDN Ngadiluwih yang ambruk (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Kondisi atap ruangan kelas 6 SDN Ngadiluwih yang ambruk (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

jatimnow.com - Atap kelas di sekolah dasar negeri (SDN) Desa Ngadiluwih Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro, ambruk atau rusak, pada Rabu (03/01/2024). Beruntung tidak ada korban dalam peristiwa itu.

Akibat ambruknya atap kelas itu, aktivitas belajar mengajar terganggu.

Baca Juga: Kecewa Suami Selingkuh, TKW Asal Bojonegoro Ratakan Rumah dengan Alat Berat

Diketahui, bangunan atap yang ambruk di kelas 6 itu terjadi lantaran sudah rapuh termakan usia. Padahal sebelumnya, pernah dilakukan renovasi pada tahun 2014 silam.

Pantauan di lokasi, terlihat puing-puing kayu, plafon dan genting dari ambruknya atap kelas itu masih dibiarkan berserakan. Selain itu, pada kusen pada daun jendela dan pintu nampak rapuh dimakan rayap.

Salah satu guru kelas, Ro'aini mengungkapkan, peristiwa ambruknya atap kelas itu diketahuinya tadi pagi sekira pukul 06.00 WIB saat ia bersama guru yang lain baru datang ke sekolah.

Menurutnya, ada dua ruangan kelas yang mengalami rusak, yakni ruang kelas 5 dan kelas 6. Karena kondisinya yang mengkhawatirkan, dua ruangan kelas itu akhirnya tidak difungsikan sebagai tempat proses belajar mengajar.

Baca Juga: Dua Hari Hilang, Pencari Ikan Asal Bojonegoro Ditemukan Tewas di Bengawan Solo

"Kelas ini (atapnya ambruk) sudah tidak gunakan sejak 15 Desember lalu, karena memang sudah mengkhawatirkan, para siswa terpaksa belajar di ruangan kelas yang masih layak. Untuk kelas 6 di ruangan kelas 1 dan kelas 5 di ruangan kelas 2 dengan disekat, " ujarnya.

Ambruknya atap ruangan kelas itu, lanjut Ro'aini, sebelumnya sudah dilaporkan dan diajukan untuk perbaikan atau renovasi kepada Dinas Pendidikan. Namun, sampai kini belum ada tindak lanjut hingga atap ruangan kelas itu ambruk.

"Bangunan ini terakhir baru direnovasi tahun 2014 yang lalu. Namun, kondisinya sudah rapuh kusen-kusennya sudah rusak, sementara bangunan yang lain itu direnovasi 2012 yang lalu, " bebernya.

Baca Juga: Hilang Saat Berenang di Bengawan Solo, Pemuda Bojonegoro Ditemukan Meninggal

Oleh pihak sekolah, di sekitar lokasi kelas yang ambruk di pasang tali pembatas, agar para siswa tidak mendekati atau bermain di sekitar lokasi bangunan yang rusak.

"Kami berharap agar segera dilakukan renovasi atau perbaikan pada ruangan kelas yang rusak ini, agar para siswa dapat belajar dengan tenang. Dan kami tidak kehilangan kepercayaan dari orang tua murid untuk menyekolahkan anaknya disini, " pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.