Selasa, 21 Jul 2026 23:17 WIB

Miris, Satu Balita Terdeteksi Terkena HIV di Ponorogo

Ilustrasi. (dok jatimnow.com)
Ilustrasi. (dok jatimnow.com)

 

jatimnow.com - Ratusan warga Kabupaten Ponorogo terdeteksi mengidap HIV. Mirisnya, dari ratusan warga tersebut, satu di antaranya adalah balita (bayi di bawah lima tahun).

Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI Turun Gunung Bangun Infrastruktur Desa di Ponorogo

“Total ada 129 penderita HIV tahun 2023. Satu diantaranya memang balita,” ujar Kabid Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ponorogo, Anik Setiyarini, Minggu (10/12/2023).

Data 129 penderita adalah data dari Januari hingga November 2023. Desember belum terdeteksi lantaran belum tutup bulan.

“Angka itu naik dibanding 2022. Tahun lalu, Januari hingga Desember 2022 ada 110 penderita HIV,” kata Anik.

Tahun 2023 itu ada sebanyak 1 balita berjenis kelamin laki-laki yang menderita HIV. Untuk usianya tidak teridentifikasi pasti. Yang jelas rentang usia 1-4 tahun.

“Anak rentang usia 1 hingga 4 tahun karena temuan Dinkes, dimana yang mewajibkan ANC terpadu kepada ibu hamil (bumil). Salah satu yang dites tentang HIV,” jelasnya.

Menurutnya, bayi tersebut tertular ibu yang memang telah positif HIV. Terdeteksi awal karena ada ANC terpadu.

Baca Juga: Sambut 100 Tahun, Gontor Siapkan Buku Rekam Jejak dan Kontribusi Bagi Bangsa

“Data yang ada memang kebanyakan yang terkena pada rentang usia 25-49 tahun. Pada rentang usia tersebut, laki-laki berjumlah 51 dan perempuan berjumlah 19,” bebernya.

Rentang usia 25-49 tahun, ada yang ibu rumah tangga, karena tertular suami.

“Perempuan itu kadang tidak tahu jika suami suka jajan dalam tanda kutip,” bebernya.

Tidak hanya pada balita, HIV juga menyerang anak-anak maupun remaja. Pada usia 5-14 tahun sebanyak 1 penderita. Usia 15-19 tahun ada 5 penderita. Selanjutnya, usia 20-24 ada 10 penderita.

Baca Juga: Vulcan Flow Ponorogo, Tawarkan Konsep Industrial Raw dan Ragam Menu Murah

“Yang sudah lansia juga ada. Total ada 42 penderita. Itu mereka yang berusia di atas 50 tahun,” tegas Anik.

Dia mengklaim berbagai usaha telah dilakukan Dinkes. Salah satunya melakukan edukasi terhadap siswa dan mahasiswa perihal bahaya seks bebas sehingga menimbulkan HIV.

Anik mengaku bahwa mereka yang terkena HIV itu bisa terlihat seperti orang sehat. Virus HIV ketika menyerang memerlukan waktu yang lama.

“Ketika infeksi sampai ada gejala, butuh waktu. Harus periksa. Jika sampai ke rumah sakit, bukan HIV saja tetapi AIDS,” pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.