Minggu, 14 Jun 2026 07:08 WIB

Kapal Terbakar, Penumpang Naik Karung Isi Kelapa hingga Gendong Istri

  • Penulis :
  • | Senin, 03 Sep 2018 12:40 WIB
Para korban Kapal Wahyu Ilahi di penampungan
Para korban Kapal Wahyu Ilahi di penampungan

jatimnow.com - Kebakaran Kapal Layar Motor (KLM) Wahyu Ilahi 02 di perairan laut Nusa Tenggara Timur (NTT) Kamis (30/8/2018) pekan lalu. Membuat para korban terus mengingat cerita heroik tentang keselamatan dirinya.

Menurut salah satu korban KLM Wahyu Ilahi 02 yang terbakar, Haryanto mengatakan, selamatnya ia bersama korban lain merupakan sebuah keajaiban dari Tuhan. Sebab dirinya bersama korban lain harus melawan maut di tengah laut.

Baca Juga: Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

"Kita menyelamatkan diri dari maut kebakaran kapal dengan alat seadanya. Sebab tidak ada pelampung yang dapat dipakainya," katanya, Senin (3/9/3/2018) di lokasi penampungan di Probolinggo.

Baca juga: 21 Korban Kapal Wahyu Ilahi Terbakar Dievakuasi ke Probolinggo

Haryanto mengaku,para korban yang mengalami kecelakaan kapal tersebut, tidak hanya dari kalangan orang dewasa saja. Namun yang sangat memprihatinkan yakni ada 3 korban masih usia anak-anak.

"Jadi ada dari para korban terutamanya perempuan itu semuanya tidak bisa berenang. Sehingga sang suami harus menggendong di punggungnya dengan membawa anaknya pula," ujarnya.

Bahkan di tengah upaya menyelamatkan diri dari petaka itu, Haryanto mengaku berada di tengah laut kurang lebih 30 menit dari kejadian. Namun berkat pertolongan tuhan, dirinya bisa selamat dengan bantuan Kapal KM Sejahtera Nagoya 04 yang melintas setelah lama berenang di laut.

"Kami bersyukur karena penumpang dan ABK bisa selamat dari maut," terangnya.

Sementara itu, Roni salah satu ABK Kapal Sejahtera Nagoya 04 Probolinggo mengatakan, kapal yang ditumpanginya sebenarnya tidak satu arah dengan kapal KLM Wahyu Ilahi 02 yang terbakar.

Baca Juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026

Namun saat berada di area kapal yang terbakar itu, para ABK melihat ada kepulan asap di tengah laut. Secara otomatis nahkoda kapal langsung berbalik arah untuk menolong para korban.

"Setiba di lokasi kapal yang terbakar, sekitar 10 orang ABK langsung melompat kelaut dan menolong para korban menuju kapal KM Sejahterai Nagoya 04," ungkapnya.

Selain itu, Roni juga mengungkapkan, kalau para korba bertahan di tengah laut hanya mengandalkan alat seadanya.

"Bahkan dari mereka terlihat hanya menaiki kelapa yang terbungkus karung, bahkan ada pula mereka hanya bisa berenang saja," paparnya.

Reporter: Mahfud Hidayatullah
Editor: Erwin Yohanes

Baca Juga: Terima SK, DPC PPP Kota Probolinggo Pasang Target Raih Lima Kursi DPRD

 

 

 

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.

Imigrasi Surabaya Sebar 400 Akun APOA untuk Awasi Orang Asing

Imigrasi Surabaya memperkuat pengawasan orang asing melalui APOA dengan 400 akun aktif dan melibatkan hotel, kampus, hingga perusahaan.