Sabtu, 06 Jun 2026 23:11 WIB

Demo Pro Kontra Class Action Dolly Bertemu di PN Surabaya

Massa yang berdemo di Pengadilan Negeri Surabaya
Massa yang berdemo di Pengadilan Negeri Surabaya

jatimnow.com - Para pendemo pro dan kontra Class Action bertemu di depan Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (3/9/2018).

Ratusan warga dari Jarak-Dolly dengan Gerakan Islam Bersatu (GUIB) Jatim melakukan aksi menolak gugatan class action di depan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Selain itu massa yang tergabung dalam barisan Front Pekerja Lokalisasi (FPL) dan Komunitas Pemuda Independent (KOPI) juga turut turun ke jalan.

Mereka saling berhadapan melakukan aksi sesuai dengan hak-hak yang diinginkan dari kedua belah pihak. Kondisi lalu lintas di sekitar Jalan Arjuno menjadi macet, para petugas kepolisian berjaga untuk mengantisipasi bentrokan dari kedua belah pihak.

Dari kubu kontra class action menyuarakan aspirasinya untuk tetap menutup Dolly sebagai tempat prostitusi, mereka beralasan karena eks lokalisasi Dolly kini sudah menjadi tempat yang bersih yang tentram tanpa gangguan tempat hiburan musik.

"Saya di sini di UKM Jarak-Dolly yang tergabung dalam UKM Sami-Jali (Samiler Jarak Dolly) sudah tentram. Jangan dibuka lagi tempat-tempat prostitusi di tempat kami tinggal," ujar Roro Dwi kepada jatimnow.com.

Sementara dari kubu pro Class Action yang dipimpin oleh S A Saputro atau Pokemon ini yang mengklaim mewakili warga Dolly dan Jarak di Putat Jaya, mengajukan gugatan lebih Rp 270 Miliar.

Class action itu ditujukan untuk Wali Kota Tri Rismaharini dan Kasatpol PP Surabaya Irvan Widyanto.

Dalam orasinya Pokemon menuntut keadilan bagi para warga Jarak-Dolly untuk mengembalikan hak sumber perekonomian dan melanjutkan proses hukum warga Jarak Dolly.

Massa warga yang menggugat, membawa poster bertuliskan "Warga Dolly Menggugat, Kembalikan Hak Perekonomian Kita Yang Terabaikan dan Porak Poranda"

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

"Terima Kasih Bu Risma... Telah Menutup Prostitusi Jarak-Dolly Tetapi... Bagaimana Nasib Ekonomi Warga Yang Terpuruk Sampai Saat Ini".

Para massa juga meneriakkan bahwa mereka saat merasa terintimidasi dan terdiskriminasi. Untuk itu, mereka meminta agar hak perekonomian warga Jarak Dolly dikembalikan.

"Intimidasi, diskriminasi warga Jarak Dolly," teriak massa pro class action.

Di Pengadilan Negeri Surabaya saat ini, kedua belah pihak tengah menunggu putusan dari hakim apakah diterima atau menolak melanjutkan persidangan gugatan class action tersebut.

Reporter: Arry Saputra
Editor: Erwin Yohanes

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

 

 

 

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.