Minggu, 07 Jun 2026 15:48 WIB

Keluarga ini Tinggal di Gubuk Reyot, Memprihatinkan

  • Penulis : CF Glorian
  • | Minggu, 02 Sep 2018 09:11 WIB
Sri Utami, istri Saji duduk di depan rumahnya
Sri Utami, istri Saji duduk di depan rumahnya

jatimnow.com - Kondisi kehidupan sebuah keluarga di Blitar diketahui cukup memprihatinkan. Dengan kepala keluarga yang menderita penyakit stroke, serta istri menderita gangguan jiwa, keluarga tersebut hidup di garis kemiskinan.

Saji (57) warga RT 01 RW 08, Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar harus berjuang ditengah keterbatasan untuk menghidupi keluarganya.

Saji bersama keluarga tinggal dalam sebuah rumah yang reyot dan nyaris ambruk. Dinding bambu rumahnya sudah berlubang bahkan cukup untuk keluar masuk anak kecil.

Dalam rumah hampir ambruk itu, Saji tinggal bersama dengan istri dan dua anaknya. Istri saji, Sri Utami (52), menderita gangguan jiwa berat. Dua anaknya terancam putus sekolah karena kendala ekonomi yang diderita.

Selain dihuni oleh keluarganya, rumah Saji juga dihuni oleh Surip, adik kandungnya. Surip juga menderita gangguan jiwa sejak balita. Kondisi kuda kayu penyangga genteng yang sudah rapuh membuat rumahnya semakin memprihatikan. Beruntung, beberapa tetangga tak tutup mata atas nasib Saji.

"Hidupnya ya menunggu bantuan orang. Kasihan. Kami (tetangga) bergantian memberikan makanan setiap hari," kata Ponisri, tetangga Saji, Sabtu (01/09/2018).

Pemberian welas asih para tetangga kepada Saji berupa nasi yang sudah matang. Pernah suatu ketika, Saji diberi beras, namun justru dibuang oleh istrinya. Oleh warga, rumah Saji yang berlubang ditutup menggunakan Banner bekas.

Anak pertama Saji, Siti Nur Inayah mengenyam pendidikan kelas IX di MTs yang ada di Kecamatan Garum. Anak keduanya Joko, putus sekolah sejak setahun lalu. Saat bersekolah, Joko selalu dijemput pulang oleh ibunya.

Hidup Saji yang memprihatinkan membuat warga dan Pemerintah Desa berupaya membantunya. Kendala regulasi yang berbelit-belit, membuat rumah Saji tak pernah tersentuh pemerintah.

"Kami sudah berupaya sesuai kapasitas kami. Kami sudah berkirim surat ke Dinas Sosial dan BPBD tapi sampai sekarang ngga ada jawaban. Kalau pakai anggaran desa, kami tidak ada untuk itu," terang Mujito, Lurah Tawangsari di rumahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Blitar, Romelan saat dikonfirmasi mengaku kewajiban bedah rumah bukan kewenangannya. Dinas Sosial berkewajiban menangani Saji dan para penghuni lainnya.

"Kami biasanya kirimkan sembako. Coba kirimkan nama sama alamat ODGJ-nya. Nanti kami akan kami tangani," ujar Romelan.

Hingga kini, belum ada kepastian kapan rumah Saji akan dibedah. Namun yang pasti, hidup Saji akan terus terkekang dalam keprihatinan bila rumah miliknya tak kunjung mendapat bantuan.

Reporter: CF Glorian
Editor: Arif Ardianto




Baca Juga: Bayi yang Ditemukan Warga Tulungagung Akan Dikirim ke Sidoarjo

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.