Sabtu, 06 Jun 2026 09:18 WIB

Soal Gugatan Dolly, Risma: Saya Ingin Selamatkan Anak-anak Surabaya

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

jatimnow.com - Gugatan class action yang mengatas namakan warga Jarak dan Dolly pada Pemerintah Kota Surabaya yang menuntut ganti rugi sebesar Rp270 miliar, ditanggapi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Risma mengatakan, warga Dolly berhak untuk hidup normal seperti warga lain pada umumnya. Ia menutup lokalisasi di daerah tersebut untuk menyelamatkan anak-anak Surabaya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Karena anak-anak disana itu punya kehidupan yang berdeda dengan anak lain. Saya pingin mereka hidup dengan normal. Karena mereka punya masa depan yang sama dengan anak-anak lainnya," tuturnya, Jumat (31/8/2018).

Menurut Risma, dampak buruk yang terjadi dengan adanya lokalisasi bukan hanya dirasakan masyarakat Putat Jaya saja. Melainkan masyarakat lainnya juga ikut merasakan hal itu. Ia mencontohkan seperti anak Dolly yang sekolah di kawasan lain kemudian terpengaruh.

"Saya nggak pingin hal itu terjadi pada anak-anak Surabaya. Tujuan saya adalah menyelamatkan para generasi bangsa ini. Jadi saya tegaskan kembali bahwa saya menutup lokalisasi di Jarak dan Dolly itu karena ingin menyelamatkan anak-anak, karena mereka berhak untuk kehidupan itu" tegasnya.

Risma juga melihat bahwa dengan adanya UKM-UKM binaan Pemkot yang ada di eks lokalisasi tersebut para warga yang terdampak mampu berubah dengan berwirausaha, hidup dengan baik dan ekonomi yang mumpuni.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Lah wong mereka punya usaha macam-macam disana, saya dengar dapat pesenan slipper sampai 10 ribu," katanya.

Risma prihatin apabila dengan adanya tempat lokalisasi dan tempat hiburan musik disana, masyarakat yang tidak punya kepentingan akan merasa terganggu karena kehidupan disana saat ini sudah normal.

Ia mengatakan untuk coba melihat KTP para warga menggugat apakah warga asli Surabaya khususunya Putat Jaya atau bukan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Tolong pihak-pihak itu, karena memang sudah berbeda eranya saat ini. Tolong itu dimaklumi jangan kemudian satu orang nyalahkan sekian puluh ribu orang, itu tidak adil. Sebagian kecil coba dilihat KTP-nya," pungkasnya.

Reporter: Arry Saputra
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.